Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SURAT PEMBACA -- Bukan hanya sekarang, kondisi jalan raya menuju Babo menjadi objek buah bibir masyarakat Kabupaten Tamiang, terutama masyarakat yang suka memakai jalan ini dari Sunting menuju arah Kuala Simpang ataupun sebaliknya, dari arah Kuala simpang menuju Sunting. Kita coba menilik dari sisi positif, semoga aja ada secuil saja kebahagiaan yang tersisa dari derita ini..

Jalan raya ini memiliki keunikan tersendiri, dimana ketika lama tidak turun hujan, jalan satu ini bagaikan sungai yang kekeringan (terbayang bukan?), namun uniknya selain mirip sungai yang kering ditambah pula dengan selimut tebal dari debu, sehingga perjalanan disini akan menghasilkan seni. Kalau berkendaranya pelan maka akan terlukis jalur-jalur bekas ban, sedangkan kalau berkendaranya cepat ini akan indah layaknya di film laga, dimana debu berhamburan kemana-mana. Yang lebih mengesankan itu apabila kita mengendarai sepeda motor di belakang kendaraan besar, kesannya susaaaaaah terlupakan, perjalanan kita disambut dengan kepulan dan hujan debu (mantapp!!!, kaya sambutan artis mau muncul dipanggung).

Sedangkan kalau hujan, seni yang tadi itu semuanya hilang. Tidak usah sedih, karena sekalipun ada yang hilang, tapi digantikan dengan nuansa baru yang tidak kalah unik. Di musim hujan jalan raya ini memang tidak lagi terlihat seperti sungai yang kekeringan, tetapi disulap menjadi kolam-kolam coklat yang meliputi semua badan jalan (kabar yang menggembirakan bukan?). Ketika kita melaluinya pasti akan terbesit rasa penasaran dalam hati, malah terkadang menjadi tebak-tebakan jalan mana yang enak untuk dilalui tanpa menginjak batu yang bisa membuat tergelincir, tantangan yang amat menarik bukan?!!.

Ehh.. ada satu lagi,, yaitu keadaan tengah-tengah antara kondisi sungai kering dan kolam renang, maksudnya mau dibilang kekeringan tapi masih basah, mau dibilang kolam renang tapi sudah gak ada airnya. Yaitu kondisi jalan berselimut keju !!.. Debu tebal yang bekas tergenang air menjadi lumpur membalut semua badan jalan. Ehhh bukan membalut, karena kalau membalut kan kesannya tipis,. Lebih tepatnya menyimuti karena ketebalannya bisa sampai 20 cm (ayo bayangkan). Kalau anda lewat pada kondisi jalan seperti ini, seni yang dihasilkan bukan lagi ada pada jalan, melainkan pada kendaraan yang digunakan.

Catatan ini dibuat sebagai gambaran dari pengalaman yang dirasakan, serta barangkali bisa juga dijadikan bahan pertimbangan untuk membuka obyek wisata baru disini. Tinggal tambahkan sedikit dekorasi dengan tanam pohon pisang sama padi misalnya. Atau kalau lagi hujan bisa lepas ikan lalu dijadikan tempat pemancingan. [] Foto : Ilustrasi

Pengirim :
HAMDANI
Kampung Sunting Kec. Bandar Pusaka
Kabupaten Aceh Tamiang
email : hamdanidani281@yahoo.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.