Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Jeruk Bali Raksasa (Citrus grandis, C.Maxima) yang terdapat di Kampung Babo Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang menjadi perhatian dan primadona bagi pengunjung pada Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) Thn 2017 di Banda Aceh.

Hal ini dikatakan Sugiono Wakil Ketua KTNA Kabupaten Aceh Tamiang yang akrab dipanggil Iik Sunyi, menurut dia hal ini tidak mengadakan ngada itu terbukti dengan beradanya buah Jeruk Bali Raksasa asal Aceh Tamiang ini diatas meja Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Beliau terkesan melihat jeruk raksasa ini saat Penas di Banda Aceh dan memesannya kepada panitia Penas untuk dapat mengirim buah jeruk Bali ke kantornya di Jakarta sebut Iik Sunyi.

Pada acara Penas yang baru lalu Jeruk Raksasa ini sempat menjadi primadona pengunjung, ungkapnya tempat ditemukannya Jeruk Raksasa ini adalah Kampung​ Babo Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang oleh Pak Teleng warga Babo.

Lebih lanjut diceritakan Sugiono dahulu sebelum banjir bandang tahun 2006 kita sangat mudah dijumpai pohon jeruk raksasa ini berada dihalaman rumah warga. Banjir bandang selain menghanyutkan rumah warga, juga meluluh lantak perkebunan warga banyak pohon jeruk mati dan hanyut.

Pak Teleng merupakan anggota Kelompok Tani Babo Jaya berinisiatif mengembangbiakkan pohon jeruk raksasa ini dengan cara mencangkok yang sudah dalam keadaan hampir mati. Alhamdulillah pencangkokannya berhasil. Dari sinilah awalnya pohon jeruk raksasa tersebut dapat diselamatkan dari kepunahan.

Dijelaskan Iik Sunyi, adapun usia pencakokan memakan waktu 3 bulan. Masa 4 tahun ditanam pohon sdh berbuah dgn ketingian Batang 2,5. Usia pentil sampai layak panen selama 6 bulan. Kekhasan buah jeruk ngak berbiji, isi berwarna merah jambu dan mengandung banyak air serta rasanya manis manis asam. Kelemahannya rentan terhadap hama kupu kupu, antisipasi dilakukan pembungkusan buah dengan plastik/goni.

Para pekebun jeruk raksasa ini dilakukan penjualan disaat Imlek, China Kualasimpang & Medan banyak yg memesan, sebut Iik. Sebaran orang yang pernah membeli dan meminta bibit, Kec. Bandar Pusaka, Seruway dan Aceh Selatan. Dari proses pencangkokan kegagalan cuma berkisar 10%, papar Sugiono. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.