Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Kota yang baik adalah kota yang dibangun dengan mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), ini merupakan pijakan bagi pengembang dalam membangun perumahan, karena dalam RTRW juga telah diatur di daerah mana saja yang diperuntukkan bagi kawasan permukiman, perkantoran dan niaga, ruang terbuka hijau, resapan air, serta daerah aliran sungai.

Salah satu contoh Perumahan di-Gampong Bate Puteh, Kecamatan Langsa Lama, yang membangun perumahan diduga tidak sesuai peruntukannya di Kota Langsa. Begitu juga dengan perumahan yang sedang dibangun pengembang dikawasan daerah resapan air dan aliran sungai mati seperti terjadi di Gampong Paya Bujok Kecamatan Langsa Baro.

Menurut Syafruddin (52) warga Kota Langsa, melihat sisi perumahan dimaksud secara kasat mata jelasn-jelas perumahan itu dibangun bukan di kawasan pemukiman jadi sangat berbahaya bagi warga yang berdiam di sana.

Sementara salah seorang pengembang, kepada Wartawan Senin (29/5), mengatakan pihaknya tidak menampik pembangunan Perumahan Griya Syakira Mawaddah oleh pengembang PT. Fasya Jaya Group jelas di kawasan resapan air dan daerah aliran sungai mati.

Minggu lalu ketika hujan lebat beberapa unit rumah yang baru naik batu bata dibangun pengembang PT Fasya Jaya Group di kawasan resapan air dan aliran sungai di lokasi Gampong Paya Bujok Langsa Baro tersebut terendam air.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Daerah, Said Mahdum Majid, ketika dihubungi Wartawan minggu lalu mengaku tidak berada di tempat, namun melalui staf bidang tata ruang kantor itu yang mengaku bernama Lisa, dimana timnya sudah turun ke lokasi pembangunan perumahan Griya Syakira Mawaddah di Gampong Paya Bujok Kecamatan Langsa Baro yang saat itu tergenang air.

Dari hasil kunjungan lapangan tersebut pada prinsipnya Dinas PU Daerah Kota Langsa melalui Bidang Tata Ruang tidak akan mengeluarkan rekomendasi izin karena memang dibangun di kawasan resapan air dan daerah aliran sungai.

Termasuk perumahan yang sudah dibangun puluhan rumah oleh pengembang di Gampong Bate Puteh kecamatan Langsa Lama juga tidak kita keluarkan rekomendasi, tutup staf bidang tata ruang PU Daerah Kota Langsa itu.

Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Kota Langsa melalui Muchtar bahagian perizinan Senin (29/05) mengatakan, apabila tidak ada rekomendasi dari Dinas PU Kota Langsa jelas pihaknya tidak akan pernah mengeluarkan izin IMB untuk pembangunan perumahan Griya Syakira Mawaddah.

“Hal itu juga termasuk perumahan di Gampong Bate Puteh Kecamatan Langsa Lama karena memang tidak memenuhi kriteria RTRW,” kata Muchtar.

Hingga saat ini pihaknya belum pernah mengeluarkan izin apapun baik terhadap pembangunan perumahan oleh pengembang di Gampong Paya Bujok Langsa Baro maupun pembangunan perumahan yang dibangun pengembang di lokasi Bate Puteh.

Sementara pengembang perumahan Griya Syakira Mawaddah ketika dihubungi di lokasi pekerjaan gampong Paya Bujok Langsa Baro, Senin (29/5) mengaku tidak berada di tempat.

Namun menurut informasi yang dikumpulkan dari sejumlah masyarakat setempat, kawasan itu memang resapan air dan daerah aliran sungai mati, jadi bila curah hujan tinggi, dapat dipastikan akan muncul banyak genangan banjir di kawasan tersebut, sehingga bagi penghuni perumahan tersebut dipastikan juga tidak akan nyaman. [] TN-W007, Foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.