Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Kami seluruh kader Partai Golongan Karya (Golkar) Aceh Tamiang bertekad menyukseskan Pemilu 2019 mendatang, siap mengantarkan kader partai menuju kursi legislatif baik DPRD, DPRA maupun DPR Pusat. Kemudian untuk Ketua Golkar Aceh bahwa kader kita tersebar di perusahaan perkebunan dan organisasi buruh.

Demikian laporan yang disampaikan Adriadi, SE ketua panitia pelantikan pengurus DPD-II Partai Golkar periode 2014 - 2019, dihadapan T. M Nurlif ketua DPD-I Golkar Aceh, Drs. Rudianto mewakili bupati, T. Yusni ketua DPD-II, Bupati terpilih H. Mursil, SH, MKn, Ir. Rusman mantan ketua DPRK, anggota dewan dari Golkar Syaiful Bahri, SH, Erawati Is, Suherman dan Adlin Nur ketua KNPI serta kader sayap partai Golkar, Sabtu (06/05) di Hotel Grand Arya Karang Baru.

Adapun rangkaian acara yang dimulai dari pukul 10.45 Wib tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pembacaan teks Pancasila, Pembacaan ikrar setia kader dan lagu Mars Golkar oleh tim paduan suara.

Pelantikan atas dasar SK (Surat Keputusan) pengurus Golkar tingkat kabupaten tersebut merupakan pelantikan diskresi telah selesainya konflik dualisme kepemimpinan ditubuh Golkar serta pengakuan legalitas dari Menkumham. Pelantikan yanh dipimpin T. M Nurlif mengukuhkan H. T Yusni sebagai Ketua, Adriadi, SE Sekretaris, Syaiful Bahri, SH Bendahara, Wakil Ketua, Wakil Sekretaris, Wakil Bendahara dan para Ketua Divisi.

Pada kesempatan itu, sambutan ketua DPD-II Golkar T. Yusni yang akrab disapa Teuku Tam menyampaikan atas nama Partai Golkar mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak H. Mursil, SH sebagai Bupati terpilih, kami mendukung setiap program yang dijalankan nantinya. Pelantikan yang baru saja dilaksanakan sama-sama kita ketahui bahwa legalitasnya tidak diragukan lagi serta segenap pengurus bertekad keras dengan menargetkan 5 kursi DPR kabupaten serta mengantarkan kader ke kursi DPR propinsi dan pusat pada pemilu 2019 mendatang.

Setelah itu, sambutan bupati yang disampaikan Asisten II Drs Rudianto bahwa atas nama Pemda dengan ini mengucapkan selamat dan sukses acara pelantikan ini serta Bupati, beliau titip salam dan mohon maaf berhalangan menghadiri pelantikan karena diwaktu yang bersamaan menghadiri acara Pekan Nasional (Penas) di Banda Aceh.

"Saya pribadi menganggap partai Golkar ini tidak asing lagi, karena pernah aktif di Golkar sebelum berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat itu Bupati terpilih Pak Mursil juga aktif di Golkar, pernah sama-sama kami berjuang sehingga Golkar selalu memenangkan pemilu sebelum memasuki era reformasi." ujar mantan kepala Kesbangpol tersebut.

Selain itu, Rudianto yang pernah menjabat Camat Karang Baru mengatakan sekedar diketahui untuk Pak Mursil sebagai Bupati terpilih, masa kerjanya sebagai PNS tinggal hitungan jari sehingga jika dimasa pemerintahan H. Mursil tidak dibutuhkan lagi, maka Ia memutuskan pensiun dan terjun aktif di partai politik.

Dipenghujung acara ketua Golkar Aceh T. Nurlif dalam sambutannya menguraikan kisah kedekatannya dengan Rudianto yang telah lama berkarier dibirokrasi dan handal dibidang politik serta tahu betul bagaimana komitmennya terutama dengan Golkar.

"Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk Pak Rudianto jika bertekad terjun ke parpol, Golkar dengan senang hati mengukuhkan Pak Rudi sebagai pengurus." ujarnya.

Kemudian T. M Nurlif mengisyaratkan komitmen partai Golkar kepada Bupati dan Wakil Bupati terpilih, Golkar mendukung program dan kebijakan yang dijalankan H. Mursil dan T. Insyafuddin periode 2017 - 2022. Pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPR-RI itu menambahkan Jika nantinya ada kritikan keras terhadap kebijakan Kepala Daerah itu merupakan sebuah dinamika politik, sekaligus menampilkan kedewasaan dalam berpolitik.

Puncak arahan ketua Golkar Aceh itu menekankan kepada pengurus kabupaten yang baru saja dilantik, segera lakukan konsolidasi internal mulai dari kepengurusan dikabupaten, kecamatan hingga pimpinan ranting didesa. Harapannya kepada seluruh kader agar tidak lalai untuk melakukan konsolidasi, karena sulit diprediksi regulasi yang bisa berubah sewaktu-waktu.

"Konsolidasi itu menandakan kesiapan kita jika diverifikasi, jangan sampai Golkar Aceh Tamiang tidak bisa ikut pemilu karena tidak menenuhi syarat verifikasi yang akan dilakukan juga terhadap parpol lainnya untuk menjadi peserta pemilu 2019." pungkas T. Nurlif. [] TN-RF

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.