Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Nasruddin Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) mengecam keras tindakan Staf Humas RSUD Langsa terkait pembeberan hasil rekam medis salah seorang pasien yang dirawat di Rumah Sakit tersebut.

Nasruddin, Ketua FPRM, menjawab TamiangNews.com melalui telepon selularnya Jumat (05/05), menyatakan tindakan Staf Humas RSUD Langsa tersebut merupakan salah satu contoh ketidakpahaman pegawainya tentang peraturan, sehingga hal ini dapat berakibat fatal bagi kepentingan masyarakat.

"Jangan mentang-mentang hasil rekam medis orang miskin, sehingga seenaknya bisa dibeberkan oleh pihak RSUD Langsa," geramnya. Bukan itu yang harus dipublikasikan tapi lainnya yabg wajib diketahui publik justru ditutup-tutup.

"Kami dari LSM akan menuntut perbuatan yang dilakukan pihak RSUD Langsa terkait permasalahan ini. Dan semua persoalan baik yang melanggar hukum ataupun administrasi akan kami kawal sampai tuntas untuk mengungkapnya", tegas aktivitas yang sangat peduli rakyat ini.

Nasruddin dengan tegas menjelaskan bahwa pelanggan hukum yang telah dilakukan pihak RSUD Langsa tertuang dalam Permenkes 269 Tahun 2008 tentang Rekam Medis.

"Kami sangat berharap kepada pihak berkopenten di Langsa agar dapat memproses kasus pembeberan hasil rekam medis ini, karena jelas hal ini merupakan tindakan yang membuka privasi orang lain", harapnya.

Kami juga meminta pihak kepolisian mau segera mengungkap kasus penjualan Rekam Medis yang dilakukan oleh oknum pegawai RSUD Langsa beberapa bulan lalu, karena hal tersebut juga sangat merugikan dan merupakan hak-hak privasi pasien.

"Sesuai pasal 322 KUHP menyebutkan, barang siapa yang dengan sengaja membuka rahasia yang wajib ia simpan karena jabatannya atau karena pekerjaannya, baik yang sekarang maupun yang dahulu, dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya sembilan bulan atau denda sebanyak-banyaknya sembilan ribu rupiah," ujar Nasruddin. [] TN-W007, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.