Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Jalan area perkantoran yang biasanya menjadi jalan lalu-lalang para Staf perkantoran dalam beraktifitas dan warga setempat, sangat sering dijadikan sebagai jalan alternatif bagi para supir dump truck pengangkut bahan material menuju jalan Medan-Banda Aceh.

Amatan TamiangNews.com Senin (29/05), sangat jelas ada pemandangan yang seharusnya tak lazim yang menjadi pemandangan sehari-hari, dimana kita bisa melihat puluhan dump truck pengangkut material bebas keluar masuk di jalan area perkantoran sehingga membuat para staf dan warga setempat yang mempergunakan jalan ini menjadi resah dan tidak nyaman.

Padahal pemerintah telah melarang jalan kompleks perkantoran digunakan bebas untuk dump truck. Sangat jelas rambu lalu lintas larangan masuk dump truck telah dipasang melintang di ujung jalan perkantoran yang menunjukan bahwa dilarang masuk bagi kendaraan roda enam.

Tetapi hal ini tidak diindahkan oleh para supir yang masih juga membandel memasuki area jalan perkantoran, bahkan nekat dan dengan bebas setiap waktu melewati depan Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Aceh Tamiang.

Salah seorang warga yang sering melewati jalan perkantoran ini Syarifuddin (46), Senin (29/05) mengatakan bahwa semenjak rusaknya jalan Kampung Desa Bundar menuju ke Kecamatan Babo banyak truck mengambil alternatif menuju area jalan perkantoran yang dianggap masih mulus oleh para supir.

"Jadi sekarang tergantung pemerintah kita sigap atau tidak mengatasi para supir Dump truck yang bandel ini yang melanggar rambu-rambu yang telah dipasang pemerintah", imbuh pria berkulit hitam ini.

Selain kawasan perkantoran, jalan ini juga di pergunakan oleh para siswa SMKN 1 Karang Baru dan SMKN 2 Karang Baru untuk mereka ke sekolah. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.