Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Perkembangan situasi penegakkan hukum di Aceh Tamiang akhir-akhir ini terasa pedas dan panas, mendadak tiba-tiba muncul ke ruang publik kasus dugaan korupsi yang menerpa di tubuh Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) yang dilaporkan ke aparat penegak hukum oleh "Duet Maut" Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) setempat, kamis (18/05).

Berdasarkan informasi dari sumber yang tak ingin namanya ditulis dan layak dipercaya menyebutkan Sayed Zainal, M. SH Ketua Lembaga Advokasi Hutan Lestari (Lembahtari) bersama Syahri El Nasir Sekretaris LSM Gerakan Meusafat Peduli Untuk Rakyat (GEMPUR), Kamis (18/05) telah melaporkan kasus dugaan korupsi ditubuh Dekopinda tersebut ke Polres Aceh Tamiang.

"Ada beberapa materi laporan dugaan korupsi yang disampaikan Pak Yed Zainal Lembahtari sama Nasir Gempur, intinya indikasi korupsi dilakukan oleh Ketua Dekopinda berinisial Z plus adanya bukti keterlibatan oknum politikus berinisial MY", kata sumber tersebut.

Menurut sumber, laporan yang diterima oleh Unit layanan pengaduan Polres, deras mengalir dukungan moril kepada Lembahtari dan Gempur yang melaporkan kasus dugaan korupsi yang dilakukan oleh Z dan MY. Bahkan dukungan tersebut deras mengalir dari sosial media (Sosmed) facebook.

Terlihat pada postingan sosmed facebook status akun @bang_iyong.id, 18 Mei 2017 pukul 13.50 Wib, mengcaption photo Sayed Zainal, MSh dan Syahri El Nasir diruang pelayanan pengaduan dengan menulis : Hari ini, Kamis (18/05/2017), LembAHtari dan GEMPUR telah melaporkan indikasi korupsi di DEKOPINDA Aceh Tamiang ke Mapolres Aceh Tamiang. Hallooo Ketua DEKOPINDA Aceh Tamiang, angkat dong hp-nya dan balas sms saya ya?

Postingan status tersebut disukai oleh lebih dari 50 orang netizen dan dikomentari antaralain dari;
Akun @fajaraz-zikrahidayah.id, berkomentar : Ini ketua Dekopinda atam kuasa pelapor HS yg melaporkan buletin ARAH ya Bang Iyong ??
Loh berkasus juga rupanya ya ?.

Akun @atok_atam.id berkomentar : mgkn hp@ gx ada nada maka@ gx d angkat...
klo sms,mgkn gx bs baca tulisan sms abang yg d singkat2.

Akun @agam_fawirsa.id berkomentar : Tangan mencencang bahu memikul...harus tanggungjawab dan berikan hak jawab.

Akun @m_oval_oval.id berkomentar : Semoga yang benar selalu di tegak kan dan yang salah segera di hukum...

Akun @amir_hasan.id berkomentar : Haaa Bang Iyong....pertama saya coba menunggu apa yg sdg kita komunikasikan bbrapa Jam dibelakang. Hanya dua baris dari saya.
Supremasi Hukum Tegakkan....
Negara Berdasarkan Hukum...

Akun @hutasoit_frans.id, mengupload gambar timbangan keadilan dan berkomentar : Timbangan ini akan bernilai apabila hukum tegak berkeadilan. Jangan sampai timbangannya diganti yang digital atau elektrik...

Terakhir akun @bambang_herman.id berkomentar : Indikasi juga Bang Iyong menyewengkan dana sales.... Mungkin ini ganjaran bagi dia... Apalagi dekopinda ini makan bersama dengan teman nya atau sekretaris partai nasional....

Sumber mengungkapkan informasi tentang pengakuan Z kepada Lembahtari dan Gempur bahwa dirinya korban kambing hitam atas ide membuat laporan tersebut yang digagas oleh salah seorang berinisial SW, yang ternyata berniat mengganggu posisi jabatannya di Dekopinda Aceh Tamiang.

"Terlapor inisial Z tersebut, pada 07 Maret 2017 mendatangi kantor Lembahtari memohon untuk merestui upaya menarik laporan polisi terkait laporannya yang melaporkan buletin ARAH, serta berharapnya upaya perdamaian dengan pihak pengelola ARAH", ungkap sumber. [] TN-RF

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.