Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SERUWAY -- Boat bantuan nelayan dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Propinsi Aceh diterima oleh kelompok nelayan Sepakat Jaya di Kampung Paya Udang Kec. Seruway pada tahun 2014, bantuan tersebut lengkap berupa boat, mesin dan alat tangkap ikan. Namun boat perahu sempat dijual oleh anggota kelompok nelayan penerima boat berinisial MR kepada MY warga setempat sebanyak Rp 12 juta.

Hal tersebut dikatakan oleh Muzar, Datok Penghulu Kampung Paya Udang Kec. Seruway Kab. Aceh Tamiang, Senin (15/05). Menurutnya dari informasi yang disampaikan warga, maka kami selaku pimpinan di kampung memanggil MR untuk diminta keterangannya, terkait adanya dugaan oknum kelompok nelayan menjual 1 unit boat perahu.

Jika ditaksir harga boat tersebut kata Muzar, boat perahu lengkap dengan mesin dan alat tangkapnya jika dijual harganya sekitar Rp 30 juta-an. Namun boat yang telah beralih tangan tersebut dari MR ke MY, diminta tarik kembali serta MR harus mengembalikan uang penjualan sebesar Rp 12 juta tersebut kepada MY.

Setelah mendapat keterangan resmi dari Datok Kampung Paya Udang, Jurnal Indonesia menginvestigasi oknum nelayan berinisial MR dikediamannya, Selasa (16/05). MR mengaku boat bantuan tersebut diberikan oleh DKP Aceh tahun 2014 sebanyak 3 unit boat, setiap 1 unit diterima oleh 3 orang.

Diperoleh keterangan terkait penyaluran 3 unit boat bantuan kepada penerima manfaat yaitu 1 unit untuk MR, A dan AK, kemudian 1 unit diterima S, H alias S dan M alias L. Serta 1 unit diterima U alias E, A dan R.

"Karena saya tekongnya, boat tersebut Saya yang kendalikan. Awal cerita boat perahu bantuan tersebut dijual penyebabnya atas desakan dari A dan AK yang meminta Saya untuk menjual boat dan uang penjualannya dibagi rata. Namun hal tersebut tercium oleh Datok Penghulu atas laporan warga", jelas MR.

Singkat cerita karena hal itu telah diketahui Datok Penghulu kata MR maka boat tersebut diambil lagi dari MY dengan mengembalikan uangnya sebesar Rp 12 juta. Terkait indikasi boat yang lain juga dijual, MR menjelaskan boat yang diterimanya, dan boat yang dikendalikan S, H alias S dan M alias L saat ini dipinjam pakai nelayan setempat untuk menjaring ikan bawal.

"Untuk boat yang diterima S, H alias S dan M alias L tidak tahu persis bagaimana kondisinya sebab H alias S sudah pergi kerja merantau ke Takengon Aceh Tengah sedangkan M alias L masih tetap disini. Sedangkan boat yang dikendalikan U alias E, A dan R yang tidak ada terlihat sampai sekarang, informasinya boat tersebut sudah dijual namun karena U alias E adik iparnya Pak Datok, maka masalah itu terkesan ditutup-tutupi", sebut MR. [] TN-RF, Foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.