Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SURAT PEMBACA -- Bandar Pusaka adalah salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Tamiang yang kondisinya sangat tertinggal dibanding dengan kecamatan lain yang ada di sekitarnya, ketertinggalan itu dapat dilihat dari berbagai aspek baik itu segi ekonomi, sosial, infrastruktur, pendidikan, pelayanan publik, kesehatan, hukum, dan sebagainya.

Kondisi ini terjadi akibat kurangnya kepedulian dan perhatian pemerintah setempat terhadap daerah ini, ketimpangan pembangunan di Bandar Pusaka ini sudah berlangsung sejak lama sejak dimekarkan dari Kecamatan Tamiang hulu sekitar 11 tahun yang lalu. Di samping itu masyarakat banyak yang menilai daerah ini ketinggalan zaman dan penduduknya tidak berpendidikan, gagap teknologi, dan lain-lain, ternyata semua penilaian itu bertentangan dengan kenyataan.

Terbukti tidak sedikit putera-puteri yang berasal dari Bandar Pusaka yang memiliki kecerdasan dalam intelektual, namun akibat kurangnya wadah dan juga keterbatasan ekonomi menghalangi mereka untuk menyalurkan semua bakat dan ilmu yang mereka miliki. Saya sebagai putera asli Tamiang yang lahir di Kampung Sunting sangat kecewa melihat ketertinggalan yang terjadi selama bertahun-tahun di Kecamatan Bandar Pusaka, sikap pemerintah yang acuh tak acuh terhadap masyarakat dan pembangunan infrastruktur yang ada di daerah tersebut benar-benar sangat mengecewakan masyarakat setempat.

Saya sangat berharap kiranya Bupati Tamiang yang baru terpilih pada PILKADA beberapa bulan lalu dapat menjadi pioneer perubahan bagi masyarakat Tamiang, baik dalam pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat. Sudah saatnya daerah-daerah yang selama ini tertinggal mendapat fokus perhatian pemerintah demi mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan serta menghindari gejolak di tengah masyarakat.

Selain itu saya juga menyoroti nama Bandar Pusaka dan ingin mengetahui latar belakang munculnya nama tersebut, hal itu menjadi perhatian saya demi menambah pengetahuan bagi penduduk setempat. Dari hasil penelusuran saya kata “Bandar” berasal dari bahasa Persia yang berarti tempat perdagangan atau pelabuhan, sedangkan “pusaka” adalah peninggalan atau benda warisan. Adapun istilah “Bandar” ini dikenal dalam beberapa kebudayaan di pulau Sumatera, selain di Tamiang juga dikenal oleh suku Melayu, Gayo, Aceh, dan Batak Simalungun di Sumatera Utara. Masing-masing suku ini menyerap kosa kata tersebut dari sumber yang sama yaitu Bahasa Persia.

Jadi gabungan kata dari Bandar Pusaka adalah tempat perdagangan peninggalan atau benda warisan, setelah mengetahui definisi tersebut maka muncul pertanyaan benarkah nama Bandar Pusaka berkaitan dengan tempat perdagangan peninggalan atau benda warisan. Rasa penasaran dan keingintahuan ini saya tujukan kepada para tokoh dan pengetua adat serta masyarakat di Bandar Pusaka, semua ini saya lakukan demi menggali sejarah dan kearifan lokal yang ada di daerah Tamiang. Di tengah era modernisasi dan kecanggihan ilmu serta teknologi, putera-puteri Tamiang harus lebih kritis dan tanggap terhadap segala hal yang ada di sekitarnya, karena hal itu adalah bagian dari hidup kita yang saling menunjang satu sama lain.

Pengirim :
HAMDANI
Kampung Sunting Kec. Bandar Pusaka
Kabupaten Aceh Tamiang
email : hamdanidani281@yahoo.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.