Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) saat ini sedang merumuskan materi pencegahan bahaya Narkoba (narkotika dan obat-obatan) khususnya dalam lingkungan SMP (sekolah menengah pertama). Untuk itu akan dilakukan seleksi perekrutan Tim Satgas (satuan tugas) Anti Narkoba yang akan direkrut dari siswa pengurus harian OSIS (organisasi siswa intra sekolah) oleh pihak BNN (Badan Narkotika Nasional) Kabupaten Aceh Tamiang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disdikbud Drs. Ikhwanuddin, MM Rabu (17/05) di kantor Bappeda komplek perkantoran Pemda Aceh Tamiang. Menurut Pria yang akrab disapa Pak Abul itu, pihaknya telah berkoordinasi dalam rangka membangun kemitraan yang bertujuan mencegah narkoba masuk kedalam lingkungan pendidikan. Sehingga pihaknya menggandeng BNN kabupaten guna seleksi rekruitmen Tim Satgas tersebut, serta menyelesaikan administrasi kerjasama yang dalam waktu dekat ini akan disosialisasikan kesekolah-sekolah.

"Tugas Tim Satgas Anti Narkoba di tingkat SMP, perlu digarisbawahi bahwa tugasnya tidak serta-merta menjadi intelijen lapangan yang memberikan informasi terkait peredaran, transaksi dan pelakunya kepada pihak BNN, karena akan mengancam keselamatan jiwanya", jelasnya.

Tujuan utama dan manfaat pembentukan Tim Satgas di lingkungan SMP jelas Pak Abul, nantinya siswa-siswi hasil seleksi rekruitmen oleh BNN, terlebih dahulu diberikan Bimtek (bimbingan teknis), pelatihan, penyuluhan tentang bahaya narkoba yang menyebabkan kerusakan mental dan cita-cita generasi bangsa Indonesia.

"Siswa yang terpilih menjadi Satgas, tentunya harus memahami dahulu zat-zat adiktif yang terkandung pada narkoba baik jenis sabu maupun pil ekstasi yang dapat menyebabkan rusaknya pikiran karena dipenuhi khayalan. Untuk itu mereka harus mengetahui efeknya dan membenteng diri dari pergaulan dan menghindari prilaku yang dapat menghilangkan akal sehatnya, sehingga timbul kepahaman kepada siswa-siswi tersebut agar katakan tidak pada narkoba", jelasnya.

Manfaatnya ujar Pak Abul, diharapkan dengan adanya Tim Satgas tersebut mengkampanyekan pencegahannya, melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan melaporkan jika ditemukan adanya tindakan penyalahgunaan narkoba dilingkungan sekolah maka Satgas wajib melaporkan kepada guru pembina untuk diteruskan kepada Dinas Dikbud atau BNN.

"Pencegahan narkoba masuk kedalam lingkungan sekolah, tentunya dibarengi menanamkan ilmu agama yang menguatkan karakter siswa-siswi dari dalam dirinya masing-masing, inilah maksud penjabaran dari pendidikan yang berkarakter. Kemudian setiap pagi, dimulai dengan guru menyambut digerbang hingga pembacaan ikrar pelajar yang dihiasi bacaan lafal Rodhitu Billahi Robba", ungkapnya.

Selain itu, Dinas Dikbud juga telah membangun program kemitraan dengan pihak Dinkes (dinas kesehatan) terutama dijenjang SD, para murid diberikan pemahaman dan menanamkan sikap menjaga pola makan nutrisi gizi yang seimbang. Murid SD tersebut dibina oleh tenaga medis dari puskesmas, setelah itu mereka bertugas menjadi polisi gizi, polisi mata dan gigi yang berfungsi mengawasi jenis produk makanan yang dijual dikantin sekolah.

"Manfaat positif yang kami harapkan dari kegiatan tersebut, dapat mengetuk pintu hati orang tua dan masyarakat lainnya atas himbauan yang dilakukan oleh murid murid SD sehingga menyadarkan keutamaan menjaga kebersihan lingkungan", ujarnya mengakhiri. [] TN-RF

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.