Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Program pengelolaan produksi Kedelai sumber dana APBN 2016 ditanam pada tahun 2017, padahal berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang Nomor 521/917/2016 tertanggal 28 Maret 2016 dijelaskan jadwal tanam untuk program kedelai 2016 yakni pada bulan Juli 2016.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun TamiangNews dari berbagai sumber, sesuai SK yang ditanda tangani pada tanggal 28 Maret 2016 oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Aceh Tamiang Drh. Yusbar, menerangkan bahwa pada tahun 2016 Kabupaten Aceh Tamiang mendapat alokasi program Pengelolaan produksi kedelai seluas 1.000 Ha yang tersebar di tujuh kecamatan.

Dalam SK tersebut, dijelaskan tujuh kecamatan yang mendapat alokasi program produksi kedelai terdiri dari kecamatan Manyak panyed seluas 150 Ha yang tersebar di empat kelompok tani di kampung Bandung Jaya, kecamatan Kejuruan Muda mendapat alokasi seluas 40 Ha yang tersebar di dua kampung.

Selanjutnya kecamatan Rantau mendapat alokasi seluas 120 Ha yang tersebar di sembilan kelompok tani pada enam kampung, kecamatan Bandar Pusaka mendapat alokasi seluas 390 Ha, dengan jumlah 15 kelompok tani sebagai penerima manfaat program kedelai yang tersebar di 10 Kampung.

Kemudian kecamatan Tamiang Hulu mendapat alokasi seluas 150 Ha yang tersebar hanya di kampung Kaloy dan kecamatan Sekrak mendapat alokasi seluas 110 Ha, yang tersebar di 5 kelompok tani di empat kampung yakni kampung pematang durian, Sekumur, Sulum dan Kampung Suka Makmur dan kecamatan Seruway mendapat alokasi seluas 40 Ha yang tersebar di dua kelompok tani kampung Suka Ramai I.

Program produksi kedelai tahun 2016 merupakan program baksos yang dananya di transfer langsung ke rekening kelompok tani penerima manfaat. Dalam satu hektare program produksi kedelai, mendapat alokasi dana baksos sebesar Rp 1.550.000. Jadi dana total untuk program kedelai seluas 1000 Ha adalah Rp 1,5 Miliar.

Anggaran Rp 1.550.000,- per Ha digunakan untuk pembelian benih kedelai sebanyak 40 kilogram seharga Rp 620.000,-, pembelian POC sebanyak 4 liter seharga Rp 340.000,- pembelian Rhyzobium sebanyak 4 liter seharga Rp 120.000,- pembelian Herbisida sebanyak 3 liter seharga Rp 210.000,- dan Rp 260.000,- untuk pembelian pembedah tanah sebanyak 3 liter.

Ketua kelompok tani berkah jaya kampung Jambo Rambong kecamatan Bandar Pusaka,Tumiran ketika dikonfirmasi TamiangNews, Jumat (7/4) membenarkan bahwa kelompok berkah jaya merupakan salah satu kelompok tani penerima manfaat program produksi kedelai tahun 2016

"Kelompok Berkah Jaya mendapat alokasi program produksi kedelai seluas 20 Ha dengan jumlah dana yang masuk ke rekening sebesar Rp 31 juta.Dana tersebut kami tarik di bulan September dan bulan Oktober 2016 serta kami transfer kepada nomor rekening pihak ketiga yang diarahkan oleh dinas terkait", jelasnya.

Tumiran menambahkan kelompok Berkah Jaya menerima Saprodi berupa benih kedelai varietas Anjasmoro, Rhyzobium, herbisida, POC dan pembedah tanah pada akhir bulan Januari 2017 dan melakukan penanaman sekitar awal Febuari 2017.

"Dari total benih kedelai sebanyak 800 kilogram, kelompok Berkah Jaya baru menerima sebanyak 500 kilogram, sisanya sebanyak 300 kilogram belum diterima pihaknya", ungkap Tumiran.

Kepala Dinas Pertanian,Pekerbunan dan Peternakan Aceh Tamiang Al Fuadi ketika dikonfirmasi TamiangNews mengatakan dirinya baru saja dilantik sebagai sebagai kepala dinas pertanian, pertenakan dan Pekerbunan Aceh Tamiang pada tanggal 30 Januari 2017.

"Terkait program produksi kedelai 2016 nanti saya cek dulu karena saya baru menjabat sebagai kadis pada tanggal 30 Januari 2017", jelas Al Fuadi.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Produksi dan Perlintan pada Dinas Pertanian,Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Mustafa SP ketika dikonfirmasi TamiangNews mengatakan kegiatan penanaman kedelai sumber dana APBN tahun 2016, sesuai hasil CPCL, dari 1000 hektar yang dialokasikan, hanya 770 hektar yang terealisasi.

"Dari alokasi 1000 Ha yang di SK-kan, hanya 770 hektare yang diamprah. Sebanyak 230 Ha tidak dilakukan amprah dikarenakan kelompok tani tersebut tidak sanggup melaksanakan kegiatan kedelai. Alokasi 230 Ha yang tidak diamprah berada di kecamatan Bandar Pusaka", jelas Mustafa.

Ditambahkan Mustafa dari 770 hektar yang terealisasi ada beberapa kelompok petani tidak melakukan penanaman sesuai yang sudah rencanakan yaitu jadwal tanam bulan Juli tahun 2016.

"Mereka memohon kepada Dinas Pertanian,agar pihak mereka dapat melaksanakan penanaman kedelai pada musim tanam palawija yakni bulan febuari-april tahun 2017, dikarenakan pada bulan Juli 2016 lahan mereka masih terdapat tanaman padi", jelasnya. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)/TN-W007, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.