Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Petani padi yang selama ini mengelola sebagian lahan areal dalam Komplek Perkantora Pemkab Aceh Tamiang di Kampung Bundar Karang Baru kali ini mengalami gagal panen.

Menurut patni, penyebab gagal panen disebabkan kekurangan air karena penutupan saluran (parit) besar areal persawitan PT. PPP yang saat ini sedang melaksanakan pembuatan bendungan atau pintu air untuk pembibitan bibit sawit milik perkebunan PT. PPP.
Akibat penutupan saluran tersebut sehingga menyebabkan berkurangnya debit air yang mengalir ke arah persawahan warga setempat sampai sawah warga pun kekeringan dan membuat tanaman padi mereka mati kekeringan.

M. Yahya (49), salah satu petani yang terkena imbas kekeringan sawah ini Kamis (20/04) kepada TamiangNews.com mengatakan terpaksa memotong dini padinya dikarenakan mengering dan tidak mengeluarkan bulir padi alias mati.

"Biasanya setiap kali penanaman kami menghasilkan 50 sampai 70 kaleng per tiga rante sawah tapi kali ini kami cuma dapat 20 kaleng, jadi yang lainnya zonk tidak bisa dipakai padinya karena kosong dan banyak yang mati sebelum berkembang disebabkan kekurangan air", imbuh pria separuh baya ini.

Sebelumnya tanah persawahan ini memang telah diizin pakai sementara oleh pemerintah untuk usaha persawahan warga sebelum kantor-kantor lainya didirikan sehingga membuat warga setempat antusias untuk bersawah atau berladang di sekitarnya, akan tetapi di karenakan debit air yang mengurang membuat para penyawah dan peladang menjadi patah semangat.

M. Yahya juga menambahkan, bahwa dinas pertanian juga pernah berjanji kepada kami untuk memberi bantuan 3 titik sumur bor untuk sumber air persawahan warga, akan tetapi sampai sekarang cuma omongan belaka bahkan tahun ini bantuan bibit pun kami tidak dapat lagi, jadi payah beli sendiri, sindir pria ini sambil tersenyum. [] TN-W008

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.