Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, TUALANG CUT -- Warga kampung Ie Bintah Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang mempertanyakan pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun kampung itu tahun 2016 sebesar Rp.886.985.169 diduga tidak tepat sasaran dan banyak terjadi penyelewengan yang tidak sesuai Musrenbangdes.

Hal itu disampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat Kampung Ie Bintah yang telah melayangkan surat laporan keresahan mereka kepada Bupati Aceh Tamiang tanggal 2 Maret 2016 yang lalu hingga kini belum ada penyelesaiannya, oleh karenanya kami, sebut M Husen Yusuf tokoh masyarakat kampung itu bersama sejumlah warga masyarakat yang sengaja menemui TamiangNews.com beberapa waktu lalu.

Menurut mereka surat yang disampaikannya kepada Bupati Aceh Tamiang adalah mengenai keresahan mereka atas sikap Datok Penghulu dalam hal penggelolaan Anggaran Dana Desa (ADD/ADK) Kampung Ie Bintah, menurut mereka pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, menurut warga Datok tidak pernah mengundang masyarakat untuk mengadakan musyawarah/mufakat dalam penggunaan Anggaran Dana Desa tersebut untuk kegiatan yang akan dilaksanakan di Kampung. Akibatnya segala sesuatu kegiatan yang dilaksanakan oleh Datok Penghulu Masyarakat Ie Bintah tidak pernah mempercayainya lagi.

Ditambah mereka lagi bahwa atas nama masyarakat Ie Bintah meminta kepada instansi yang berwenang dalam menangani masalah yang terjadi di kampung mereka agar dapat memantau dan memerikasa kembali hasil laporan pertanggungjawaban dari kegiatan yang telah dikerjakan yang menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD/ADK) tahun 2016 yang tidak sesuai dengan keinginan masyarakat sesuai Musrenbangdes Kampung Ie Bintah.

Disampaikan warga masyarakat tentang penggunaan Anggaran Dana Desa tahun 2015/2016 yang dipoertanyakan masyarakat tentang Pendidikan dan Pelatihan Perangkat Kampung Ie Bintah ke Kabupaten Badung Provinsi Bali sebanyak 7 orang dengan memakai dana desa sebesar Rp.76.000.000. sedangkan Standar Biaya Umum (SBU) belum dikeluarkan Bupati yang dalam proses pelatihan tidak melibatkan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kabupaten Aceh Tamiang sebagai leading sektor.

Demikian juga dengan Belanja Barang dan Jasa Bidang Penyelenggaraan Pemerintah Kampung pembuatan Depot Air Isi Ulang yang dibeli sejak tahun 2015/2016 sebagai BUMK sebesar Rp.93.000.000,- tidak digunakan sampai sekarang sementara sewa tempat tetap berjalan, karena menurut mereka tempat dan usaha Air Isi Ulang tersebut milik datok pribadi.

Ironisnya lagi Datok Penghulu membeli tanah untuk pembuatan lapangan Futsal sebesar Rp.90.000.000,- dana tersebut masih simpang siur, karena tanah yang dibeli dengan Anggaran Dana Desa tersebut adalah milik Datok Penghulu Ie Bintah sendiri dan tidak mengadakan musyawarah dengan masyarakat untuk pembelian tanah tersebut.

Untuk itu warga masyarakat melalui koordinator warga Tgk M Husen Yusuf meminta pemerintah dapat menindaklanjuti permasalahan yang dihadapi warga Kampung Ie Bintah sebelum perencanaan ADD/ADK Tahun 2017 diproses, mengingat pertanggungjawaban ADD/ADK tahun 2016 cacat hukum, dan mereka mengharapkan aparat yang berwewenang dapat mengusut kasus yang terjadi di kampung Ie Bintah, ungkap warga yang telah menandatangani surat laporan keresahan warga sebanyak 73 orang.

Sementara itu Datok Penghulu Kampung Ie Bintah Wilda Muklis,SH.I yang dikonfirmasi TamiangNews.com melalui telepon selularnya membantah semua tuduhan warga, “itu fitnah mereka akan saya laporkan ke polisi yang telah mencemar[ nama baiknya”, sebut Datok. Sekedar diketahui tambah Wilda, bahwa dirinya saat ini adalah ketua Forum Geuchik se Aceh jadi jangan sampai salah membuat berita.

Camat Manyak Payed Wan Irwansyah yang dikonfirmasi TN melalui telepon selularnya mengatakan dirinya masih berada di Gorontalo dan Minggu 2 April 2017 baru berada di Bumi Muda Sedia, sebutnya. [] TN-W007, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.