Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, TUALANG CUT -- Sedikitnya 5 kegiatan Anggaran Dana Desa (ADD/ADK) Kampung Seunebok Punti Kecamatan Manyak Kabupaten Aceh Tamiang diduga Fiktif dan tidak dapat dipertangungjawabkan di duga Perangkat Kampung terdiri dari PTPKK dan Bendahara mendapat sapaat dari kegiatan dana desa kampung itu.

Hal itu disampaikan Sueb warga Seunebok Punti yang ikut bersama warga lain, dijelaskannya pada saat rapat pertanggungjawaban penggunaan dana desa dimaksud pada bulan Maret lalu di Masjid Kampung itu. Warga yang ikut dalam rapat itu sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan dalam rapat itu karena penjelassannya dengan menggunakan Infokus oleh Perangkat Kampung bersama Datok Penghulu sehingga membuat masyarakat bingung untuk memahaminya, sebut Sueb.

Dalam rapat tersebut yang dihadiri oleh perangkat kampung MDSK LKMK dan hanya sebahagian kecil warga yang ikut dalam rapat, sehingga rapat tersebut dapat dikatakan mengambang tidak dipahami oleh warga, sebut Sueb.

Adapun ke 5 program yang tidak dapat dipertanggungjawabkan itu adalah peningkatan kapasitas kelompok pemuda (Pelatihan Komputer) sebesar Rp.13.140.000.- Tambatan Perahu Rp.43.082.110,- Pembangunan atau Pemeliharaan Jalan Pemukiman ( pengerasan jalan sepanjang 2.200 x 3 meter) Rp. 149.792.012,-

Demikian juga dengan pelatihan MDSK dan LKMK Rp.10.961.000,- tidak ada dilaksankan, kegiatan Penanganan Bencana atau kejadian luar biasa Rp.42 juta, pembuatan pilar patok tapal batas desa Rp.3.600.000,- kesemuanya itu dalam perencanaan yang disampaikan pada saat musrenbangdes, tapi pada pelaksanaannya tidak ada kegitannya, tambah Sueb bersama sama warga lain di Tualang Cut, Senin (03/4).

Sementara itu Datok Penghulu Kampung Seunebok Punti Kecamatan Manyak Payed Safriadi bersama Bendahara Kampung Asriwan yang dijumpai TamiangNews.com di rumahnya pada hari yang sama mengatakan semua kegiatan diserahkan kepada tim sesuai aturan, dia selaku Kuasa Pengguna Anggran (KPA) percaya sepenuhnya kepada PTPKK (Sekretaris Desa) dan Tim Pengelola Kegiatan (TPK). Dirinya tidak pernah menahan nahan kebutuhan dana untuk kegiatan yang sudah di programkan, silahkan dikonfirmasi kepada tim pengelola kegiatan, papar Datok Safriadi yang terlihat lugu.

Bendahara Kampung Asriwan menjelaskan memang banyak kegiatan berbeda dengan program awal, tapi kegiatan tersebut ada dalam perubahan, semua kegitan itu ada dilaksanakan warga tidak tahu karena sebahagian kegiatannya berubah sesuai petunjuk dari BPM jelas bendahara. Seperti kegiatan peningkatan kapasitas kelompok pemuda, kegiatannya berubah menjadi pelatihan TTG IT yang diikuti oleh Perangkat Desa.

Pelatihan perangkat MDSK dan LKMK dilaksanakan di hotel Ferla Inn Langsa, kegiatan penanganan Bencana, kejadian luar biasa diperubahan menjadi pembangunan parit beton sepanjang 50 meter. Sedangkan pembuatan pilar patok tapal batas kampung dilaksanakan pada tahun 2017, diganti dengan kegiatan Sosialisasi Bahaya Narkoba yang diikuti oleh 3 kampung di Desa Paya Ketenggar, jelas Bendahara, diakuinya semua perubahan ini sudah diumumkan dan ditempelkan di Masjid dan kantor Datok. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.