Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SURAT PEMBACA -- Asa dan putus asa, dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Asa merupakan sebuah harapan, ketika seseorang gagal menggapai asa maka akan berakhir menjadi putus asa. Asa, cita-cita, dan impian merupakan bagian yang tidak dilepaskan dari kehidupan manusia, masa depan yang cerah selalu membayangi setiap langkah manusia. Semua itu sudah terbersit sejak manusia masih kanak-kanak hingga beranjak dewasa, mereka berharap di masa depannya hidup bahagia dan meraih kesuksesan.

Selama ini ada anggapan bahwa hanya orang hidup di kota yang dapat mengalami kesuksesan dan kemajuan, orang yang hidup di kampung dianggap konservatif dan jauh dari kemajuan, namun ternyata anggapan tersebut sangat keliru sebab tidak sedikit orang kampung yang berhasil meraih kesuksesan dan mewujudkan asa dari desa. Bila ditinjau dari perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kemajuan desa, penilaian itu memang wajar muncul, sebab pembangunan di daerah pedesaan sangat jauh tertinggal dari perkotaan.

Padahal tidak sedikit putera-putera terbaik bangsa ini yang beranjak dari desa, meski tinggal di daerah yang jauh dari kemajuan dan hiruk pikuk kehidupan perkotaan, ternyata tidak menghalangi mereka terlahir sebagai anak yang cerdas dan tangkas, bahkan tidak jarang yang kemampuannya melebihi anak-anak yang tinggal di perkotaan. Akibat kurangnya kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap lingkungan pedesaan dalam pendirian wadah dan lembaga pendidikan mengakibatkan mereka sulit untuk menyalurkan bakat dan kemampuan mereka.

Fakta membuktikan bahwa para ilmuan dunia seperti Thomas Alpa Edison, Al-Khawarizzmi, James Whatt, Albert Enstein, Graham Bell, Jhon Walker, Isaac Newton, Jabir bin Hayyan, dan Al- Jabbar, kehidupan mereka berawal dari kampung. Bila kita membaca biografi mereka banyak melalui aral dan tantangan seperti yang pernah dialami Thomas Alpa Edison pernah mengalami putus sekolah disebabkan ketidakmampuan orangtuanya membiayai pendidikannya, namun berkat kegigihan dan ketekunan ia berhasil mewujudkan cita-citanya hingga memperoleh julukan seorang ilmuwan.

Selain itu tidak sedikit anak-anak yang cerdas dan terampil terhalang untuk mewujudkan cita-cita dan harapan mereka akibat kesulitan ekonomi dan kondisi geografis. Zaman semakin modern dan teknologi semakin canggih, sungguh sangat ironis bila kondisi ini masih terus terjadi di tengah bangsa ini, maka oleh sebab itu saya menyerukan kepada anak-anak SMA/MA sederajat yang tamat sekolah tahun ini yang tinggal di kampung agar jangan mau kalah dengan anak perkotaan, jangan pernah takut mencoba SNMPTN, SBMPTN, dan BIDIKMISI dan apapun itu cita citanya.

Kita harus yakin anak kampung lebih potensial dari anak perkotaan, persaingan bebas dewasa ini semakin tajam, maka jangan sempat kita tersisihkan akibat kemajuan zaman. Meskipun kita anak kampung, namun kita harus mampu berpikir kota, sebab kota juga berawal dari kampung. Tak ada yang tak mungkin, semua tergantung kemauan,s ebagai pepatah Inggris mengatakan “Where is there a will, there is a way”. []

Pengirim :
HAMDANI
Kampung Sunting Kec. Bandar Pusaka
Kabupaten Aceh Tamiang
email : hamdanidani281@yahoo.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.