Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Seorang Sopir mobil jenis jumbo berinisial Sy (30), warga dusun Karya Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Aceh Tamiang harus berurusan dengan polisi setelah memperkosa seorang gadis ABG sebut saja namanya Mawar (18), yang merupakan penumpangnya.

Kapolres Aceh Tamiang AKBP Yoga Prasetyo didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi Sabhara, Kasat Reskrim Iptu Ferdhian Chandra, Kapolsek Kejuruan Muda kepada TamiangNews, Jumat (21/4) dalam konferensi pers di Mapolres Aceh Tamiang mengatakan, kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh sopir jumbo tersebut terbongkar setelah dilaporkan oleh korban, Kamis (20/4).

Kronologi kejadian, kata Kapolres bermula saat korban hendak pergi ke Kota Kuala Simpang dari Simpang Opak menumpang mobil jumbo yang dikemudikan oleh pelaku. Saat di dalam mobil, korban hanya ditemani oleh seorang perempuan yang merupakan istri pelaku.

Namun ketika sampai di loket Simpang Telkom Kuala Simpang, sambung Kapolres, naik sejumlah penumpang lainnya dengan tujuan Desa Seumadam. Saat korban mau turun, korban langsung dirayu oleh istri pelaku Junita (45), agar tidak turun dan ikut mengantar penumpang ke Seumadam, tanpa rasa curiga korban pun mengikuti permintaan tersebut.

Lalu setelah dituruni semua penumpang ‎di Seumadam, mobil kembali ke arah Kuala Simpang. ‎Ironisnya, sesampai di pertengahan jalan. Pelaku memberhentikan mobilnya dalam keadaan mesin hidup untuk memperkosa korban. "Mendapat perlakuan tersebut, korban melakukan perlawanan dan pelaku mengurungkan niat pertamanya untuk memperkosa korban, karena takut diketahui oleh orang lain", kata Kapolres.

Lanjut Kapolres, kemudian pelaku kembali menjalankan mobilnya, setelah sekitar 500 meter berjalan, pelaku kembali menghentikan laju mobilnya dan langsung memperkosa korban dihadapan istrinya.

Pasca terjadinya perkosaan tersebut, korban langsung melaporkan atas kejadian yang menimpanya ke polsek Kejuruan Muda. Belum sampai 4 jam usai kejadian, tersangka berhasil dibekuk, tapi istri tersangka J masih dalam burunan polisi.

Parahnya, ketika mau ditangkap ‎tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas dengan menggunakan senjata tajam jenis parang sehingga seorang petugas mengalami luka di bagian kepala. "Meskipun melakukan perlawanan, tersangka berhasil ditangkap dan langsung diamankan ke Polsek Kejuruan Muda", kata Kapolres.

Tersangka sudah di tahan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya karena melanggar pasal 285 KUHP, dengan ancaman pidana kurungan selama 12 tahun. Adapun barang bukti yang diamankan berupa, ‎satu helai celana dalam berwarna merah berbecak darah, satu bilah parang, satu unit sepeda motor BL 6308 UN yang digunakan untuk melarikan diri dan satu mobil jumbo BL 7322 UA. [] M. Hendra Vramenia (TN-W004)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.