Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SERUWAY — Warga masyarakat dua Kecamatan Seruway dan Bendahara meminta kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang maupun Provinsi Aceh untuk dapat melanjutkan kembali pembangunan jembatan yang terhenti programnya 3 tahun lalu. Keinginan itu sangat beralasan dan memang sangat beralasan dan memang sangat dibutuhkan untuk menghubungkan Kecamatan Seruway dengan Tanjung Mulia Kecamatan Sungai Iyu sebagai akses pendidikan hingga akses perdagangan. Hal itu disampaikan oleh nenerapa orang tokoh masyarakat di Pekan Seruway, Minggu (26/03).

Pembangunan jembatan tersebut terakhir kali dikerjakan pada akhir tahun 2014 yang berasal sumber dana otsus dengan pagu anggaran sekitar Rp. 3 milyar.

Pada waktu itu hanya dibangun bagian kepala jembatan (Land Hop) saja yang berada di Kecamatan Seruway, sementara pembagunan dasar jembatan di Kecamatan Bendahara yang terletak di Desa Tanjung Mulia sama sekali belum dikerjakan.

Sangat menyayangkan kondisi tersebut, sampai saat ini belum ada tanda untuk dilanjutkan kembali pembangunannya. Anggaran yang sudah terbuang sia-sia ini sangat berdampak terhadap kebutuhan masyarakat yang mendambakan adanya kelanjutan pembangunan jembatan sebagai sarana untuk memudahkan masyarakat seperti anak sekolah yang setiap harinya harus menggunakan kapal boat yang menyebrangi Sungai Tamiang ke Sungai Iyu untuk pergi sekolah setiap harinya ” kata Muhammad Hatta yang merupakan tokoh masyarakat di Seruway.

Hal senada juga disampaikan Poninim yang merupaka pedagang asal Seruway yang setiap harinya harus menggunakan transportasi sungai untuk menjual barang dagangannya, Poninim menjelaskan bahwa terkadang dirinya harus menunggu antrian yang memakan waktu lama, dirinya juga menceritakan bahwa tingkat keamanan bila menggunakan jalur transportasi via sungai juga sangat rentan.

Beberapa siswa juga mengeluhkan transportasi sungai yang disediakan oleh Dinas Perhubungan setempat karena tidak memadai, hal ini dikarenakan jumlah masyarakat yang menggunakan fasilitas penyebtangan tersebut sangat banyak, belum lagi tidak ada yang dapat menjamin kenderaan roda dua siswa yang diletakkan di dermaga tersebut.

Untuk ituereka mengharapakan pemerintah untuk dapat segera menyelesaikan pembangunan jembatan penghubung dua kecamatan itu segera mungkin ini yang seharusnya dipikirkan oleh pemerintah daerah demi warga maupun anak anak sekolah generasi penerus bangsa. [] TN-W007, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.