Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BOGOR -- Warga Desa Babakan, di Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, menggelar pemilihan kepala desa (kades) secara elektronik atau e-voting, Minggu (12/3/2017). Bagi warga Desa Babakan, ini adalah pertama kalinya mereka memilih kepala desa dengan sistem e-voting.

Antusias warga terlihat sejak pagi ketika antrian warga memenuhi lapangan, tempat pemilihan berlangsung. Hingga siang, warga silih berganti mendatangi TPS. Pagar pembatas dan tenda-tenda pun dipasang untuk menjaga kelancaran pesta demokrasi tersebut.

Camat Ciseeng Eddy Muslihat mengatakan, sebelum e-voting pemilihan kepala desa dilaksanakan, pihaknya sudah jauh-jauh hari melakukan sosialisasi agar para pemilih tidak mengalami kesulitan saat pemilihan berlangsung.

Eddy pun menilai, pelaksanaan e-voting ini lebih cepat prosesnya dan lebih transparan, serta meminimalkan kecurangan.

"Proses sosialisasi sudah lama kita sampaikan. Kita informasikan ke panitia, tokoh masyarakat, termasuk calon kepala desa," ucap Eddy, Minggu (12/3/2017).

Eddy menyebutkan, pemilihan kepala desa Babakan diikuti tiga calon kepala desa. Selain itu, daftar pemilihnya yang tervalidasi sebanyak 10.374. Sebelumnya, baik para calon kepala desa maupun warga sudah diberi arahan dan informasi soal e-voting ini.

Sejauh ini, sambung Eddy, belum ditemukan kendala dalam proses pemilihan menggunakan e-voting. Dirinya berharap, dengan e-voting ini dapat menghindari kecurangan, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, serta lebih akuntabel.

"Warga awalnya sempat bingung terutama untuk pencoblosan. Tapi, setelah disosialisaskan, mereka paham dan mengerti. Target panitia pilkades, partisipasi warga mencapai 80 persen," kata dia.

Sementara, Kepala Program E-Pemilu Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Andrari Grahitandaru menjelaskan, Desa Babakan menjadi role model (percontohan) pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting di Kabupaten Bogor. "Ini yang pertama (e-voting) di Kabupaten Bogor," tutur Andrari.

Meski begitu, lanjut Andrari, BPPT sudah menerapkan sistem e-voting sebanyak 526 pemilihan kepala desa di 9 kabupaten di Indonesia. Menurut dia, dengan sistem e-voting ini, masyarakat yakin hasilnya lebih akurat.

"Mereka percaya, bahkan waktu itu selisih hasil yang menang hanya 1 suara. Nggak ada ribut, mereka langsung damai," ujarnya.

Minggu (12/3/2017), sebanyak 36 desa dari 26 kecamatan di wilayah Kabupaten Bogor melaksanakan pemilihan kepala desa gelombang pertama secara serentak. Namun, hanya di Desa Babakan saja pemilihan kepala desa menggunakan e-voting. Selebihnya, desa-desa yang lain masih menggunakan sistem pencoblosan atau manual. [] Kompas.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.