Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Direktur Utama PTP Nusantara I merupakan satu-satunya BUMN Perkebunan yang ada di Aceh. Banyak masyarakat bergantung sebagai tempat mancari nafkah/lapangan kerja, untuk itu kita harus terus bisa menjaga serta mempertahankan keberadaannya.

Hal itu dikatakan Direktur Utama PTP Nusantara I Uri Mulyari melalui Hunas PTP Nusanyara I, Ernawati pada Wartawan perihal acara Hari Ulang Tahun ke 21 PTPN yabg dipusatkan di Wisma Bina Warga PT Perkebunan Nusantara I Rabu (15/3).

Acara tersebut diikuti oleh pejabat puncak PTPN I antara lain, Direktur Utama dan Direktur Operasional, Derektur Komersil, Kepala Bagian Kantor Pusat, Manajer Kebun dan Pabrik, Direktur PT.CMN, Ketua beserta pengurus IKBI PTPN I, General Manejer Datim KSO PTPN I & PTPN III (Persero), Pengurus SPBUN dan anak-anak yatim yang juga mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir juga seluruh karyawan yang diwakili oleh perwakilan dari setiap kebun dan pabrik serta seluruh karyawan kantor pusat ikut merayakan kegiatan Hari Ulang Tahun PTPN.

Sejumlah rangkaian kegiatan peringatan HUT PTPN dimulai dari pemotongan nasi tumpeng yang diberikan kepada Manajer Kebun yang memiliki prestasi dalam peraihan produksi dari Januari s,d Maret 2017 antara lain Manajer Kebun Pulau Tiga, Manajer Kebun Baru dan Manajer Kebun Lama, pemberian satunan kepada anak yatim, donor darah serta melakukan anjang sana ke klinik dan rumah sakit Cut Meutia PT. CMN.

Dalam sambutannya Direktur Utama PTPN I Uri Mulyari menyampaikan tidak terasa PT Perkebunan Nusantara I sebagaimana juga PTPN lainnya di seluruh Indonesia saat ini genap berusia 21 tahun, dimana pada hari ini kita peringati dengan sederhana.

Dirut pada kesempatan itu juga mengajak untuk melihat kebelakang diawal keberadaan perkebunan Nusantara khususnya PTPN I bahwa usaha perkebunan di Aceh sudah dimulai sejak lahirnya perkebunan Milik Negara di Indonesia berdasarkan UU No. 86 tahun 1958 tentang Nasionalisasi Perusahaan-Perusahaan Milik Belanda dan berdasarkan PP No.142 tahun 1961 berdirilah Perusahaan Perkebunan Negara (PPN).

Kesatuan Aceh dimana secara bertahap berubah kembali menjadi PNPT sesuai dengan PP No. 14 tahun 1968 dan dengan memperhatikan tingkat kesehatannya maka PNP dirubah menjadi PT Perkebunan I (persero) sesuai akta Notaris No I tanggal 02 Mei 1981.

Pada tahun 1996 terbentuklah PT Perkebunan Nusantara I (persero) dari hasil konsolidasi BUMN berdasarkan PP No. 6 tahun 1996 yang dikukuhkan dengan akta pendirian No. 34 tanggal 11 maret 1996, dimana bergabungnya sejumlah 37 PT Perkebunan menjadi 14 perusahaan perkebunan yang disebut dengan PT Perkebunan Nusantara yang pada bulan maret tahun ini diperingati oleh seluruh PTPN. Di dalam PTPN I sendiri ikut bergabung PT Cot Girek Baru, PKS Cot Girek PTP IX dan PTP V yang berada di Krueng Pase Aceh Utara, Aceh Barat dan Aceh Selatan.

Pada tahun 2014 sejalan dengan terbitnya peraturan pemerintah no 72 tahun 2014 maka terbentuklah holding perkebunan dimana PTPN III menjadi Induk dari PTPN lainnya.

Dengan semangat seluruh karyawan PT Perkebunan Nusantara I masih tetap eksis sampai saat ini dan dengan semangat persatuan dan kebersamaan PTPN I berusaha keluar dari krisis yang dialami.

Kami menyadari bahwa peran ibu-ibu sebagai istri sangat besar terhadap kinerja para suami untuk itu kami mengharapkan terus dan terus peran dari para ibu-ibu sebagai istri mendorong para suami untuk tetap bekerja dengan sabar, tegar, dan penuh semangat dalam berbagai situasi.

Di tahun 2016 telah kita lalui dengan berbagai romantika yang dihadapi, beberapa hal yang dapat manajemen catat dalam pencapaian kinerja yang baik pada PTPN I masih ditemui kendala-kendala antara lain pencapaian produksi dan produktivitas yang relatif masih rendah yang disebabkan antara lain perlunya pelaksanaan pemeliharaan tanaman sesuai dengan standar perkebunan.

Pada tahun 2017 pelaksanaan pemupukan periode sebelumnya yang jauh dibawah rekomendasi PPKS sehingga proses pembuahan tanaman menjadi terhambat. Manajemen berupaya dan berkomitmen untuk menyediakan pupuk tersebut sesuai dengan kebutuhannya walaupun kondisi kesiapan dana (keuangan) masih sangat berat hingga saat ini, namun manajemen yakin dengan segala upaya kita bersama serta dukungan holding kendala keuangan akan mendapat jalan keluarnya.

Manajemen mengharapkan partisipasi dan kerja keras para karyawan di seluruh lini untuk segera mengaplikasikan dengan baik serta mengoptimalisasi kan penggunaan pupuk tersebut melalui program 5 T : tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu tepat tempat, tepat cara.

Seiring dengan perubahan yang dijalankan oleh holding perkebunan dan mau tidak mau harus kita jalankan, dalam menjalankan kebijakan sehingga sebagian besar dari karyawan PTP Nusantara I harus menyesuaikan harapannya, namun manajemen yakin perubahan tersebut dibuat agar terbentuk suatu persamaan gerak dan langkah diseluruh kegiatan usaha PT Perkebunan Nusantara I.

Perusahaan saat ini juga sedang melakukan program transformasi yang meliputi peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, restrukturisasi keuangan, talent pool dan pencanangan implementasi enterprise resources planning-sap (erp-sap) telah kita mulai dan jalankan yang kesemuanya bertujuan untuk kebaikan bagi perusahaan dan seluruh karyawan serta stakeholder lainnya, papar Humas PTPN I Ernawati. [] TN-W007

Teks Photo : Direktur Utama PTP Nusantara I Uri Mulyari pemotongan nasi tumpeng yang diberikan kepada Manajer Kebun yang memiliki prestasi dalam peraihan produksi dari Januari s.d Maret 2017. (Saiful Alam/Dok. Tamiangnews.com)

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.