Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SURAT PEMBACA -- Seluruh etnis di nusantara memiliki peninggalan dalam bentuk materil maupun moril yang diwariskan masing-masing leluhur mereka. Peninggalan dalam bentuk moril berupa makam batu yang dalam kajian antropologi dinamakan punden berundak, perkakas seperti kapak genggam, dan lukisan-lukisan yang terpajang di dinding gua-gua.

Sedangkan peninggalan dalam bentuk moril berupa pesan, ajaran, dan nasehat yang disampaikan secara lisan turun temurun. Perjalanan sejarah manusia diawali setelah manusia mengenal tulisan, sementara sebelumnya adalah zaman pra sejarah. Tamiang satu dari sekian banyak daerah di Indonesia yang banyak menyimpan peninggalan sejarah yang hingga kini masih bisa disaksikan.

Namun sayangnya peninggalan tersebut banyak yang terlantar dan kurang perhatian dari pemerintah maupun instansi yang terkait yang menangani kebudayaan. Di bawah ini saya menampilkan peninggalan sejarah yang ada di kampung Alur Jambu Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang seperti penjara bawah tanah, tempat pemandian, balai pertemuan, dan gudang logistik. Semua peninggalan ini berasal dari zaman Belanda.

Tetapi sangat disayangkan karena seluruh peninggalan sejarah itu tidak mendapat perhatian dan kepedulian dari pemerintah setempat dan juga penduduk di sekitarnya. Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olah Raga (Disbudpora) Aceh Tamiang yang seyogianya berperan aktif dalam pelestarian dan perlindungan peninggalan sejarah selama ini seakan membisu melihat kenyataan ini.

Keberadaan peninggalan sejarah tersebut hanya dijadikan bahan tontonan, padahal bila peninggalan itu diperhatikan dan dirawat dengan baik, maka bisa menjadi obyek kunjungan wisata yang tentunya akan membantu menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) pemerintah setempat. Penduduk setempat terus berlalu lalang di lokasi peninggalan bersejarah ini, namun tidak pernah muncul keinginan untuk memperhatikan dan merawatnya.

Selain itu, masih banyak lagi material bersejarah di Aceh Tamiang yang layak untuk kita lestarikan, namun kondisinya tetap saja tidak jauh berbeda dengan peninggalan sejarah lainnya, fakta membuktikan pemerintah setempat tetap apatis terhadap warisan bersejarah tersebut. Sejarah adalah peristiwa masa lalu yang banyak menyimpan pelajaran berharga dan nilai-nilai luhur yang berkaitan dengan masa lalu leluhur kita yang seyogianya semua pihak wajib untuk menjaga dan melestarikannya.

Akibat kurangnya kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap peninggalan sejarah dan budaya, generasi muda juga mengikuti jejak tersebut. Hampir mayoritas generasi muda dewasa ini acuh tak acuh terhadap warisan leluhurnya, mereka umumnya lebih terpesona dengan sesuatu hal yang menyenangkan mata dan menghibur hati. Untuk kalangan mahasiswa, peninggalan sejarah bisa menjadi bahan untuk membuat skripsi, tesis, dan disertasi.

Oleh karena itu saya sebagai putera Tamiang mengimbau kepada seluruh masyarakat Tamiang dimana pun berada agar menyadari kekurangan dan ketidakpedulian kita selama ini. Jangan sempat pihak luar mendahului kita, sebab saat ini banyak muncul para peneliti muda terutama berasal dari suku selain Tamiang. Bila itu terjadi, maka hal itu akan mempermalukan kita sebagai penduduk asli Tamiang terutama pemerintah setempat yang bertanggungjawab untuk itu. []

Pengirim :
HAMDANI
Kampung Sunting Kec. Bandar Pusaka
Kabupaten Aceh Tamiang
email : hamdanidani281@yahoo.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.