Dilihat 0 kali

Datok Penghulu : Penggunaannya Sudah Sesuai Prosedur 

TamiangNews.com, MANYAK PAYED — Warga Kampung Benteng kasak kusuk pertanyakan penggunaan Dana Desa (ADD), menurut mereka tidak trasparan dalam hal penggunaannya, namun Datok Penghulu Kampung itu Zulkifli AR membantah menurut dia semua dana yang di salurkan ke Kas Kampung sudah sesuai penggunaannya dan dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya.

Informasi yang disampaikan oleh Ketua Pemuda dan tokoh tokoh masyarakat Kampung Benteng Anyer Kecamatan Manyak Payed, bahwa penggunaan Dana Desa tahun 2016 belum ada pertanggungjawabannya Datok selalu mengelak dan sulit dijumpai oleh warga untuk menanyakan penggunaan dana desa itu.

"Kami sudah berulang kali menanyakan penggunaannya namun datok justru marah marah dan kasar memberikan jawabannya", hal inilah masyarakat melaporkan hal ini kepada Camat Manyak Payed Wan Irwamsyah.

Ketua Pemuda Kampung Benteng Anyer Idham bersama sejumlah warga yang sengaja menjumpai tamiangnews.com Senin (27/3) menyampaikan rasa kecewaan mereka atas sikap Datok mereka yang bersikap arogan setiap kali mereka mempertanyakan dana ADD Kampung Mereka.

Atas sikap Arogan Datok itu sejumlah perangkat Kampung Ketua Pemuda Kepala Dusun dan tiga anggota Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) mengundurkan diri dari jabatan mereka sebagai perangkat Kampung Benteng Anyer.

Menurut mereka, sejumlah dana desa yang masuk ke Kas Desa tidak jelas penggunaannya seperti uang Pemuda untuk penimbunan lapangan bola, pengadaan sepatu bola sebesar Rp.25 juta rupiah yang menurut Datok uang itu sudah dikembalikan ke Kas Daerah (silpa), namun tidak pernah melihat bukti pengembalian uang tersebut.

Demikian juga dengan dana rehab kantor datok penghulu yang dikerjakan menurut mereka tidak sesuai RAB antara lain tidak dipasangnya tombak layar yang seharusnya diikat dengan batu bata namun ini hanya ditempel dengan triplek, begitu juga dengan cor balok pinggang tetapi tidak dilakukan, papar Idham.

Lebih jauh diungkap Idham yang didampingi anggota MDSK kampung itu juga terkesan One Man Show adalah penetapan biaya sewa inventaris desa seperti alat alat pecah belah dan tenda juga penetapan biaya tanpa ada musyawarah bersama warga, warga kecewa dan mengharapakan kedepan agar setiap dana yang masuk ke kas kampung diadakan musyawarah dan transparan dalam penggunaannya jangan suka suka Datok Penghulu.

Sementara Datok Penghulu Kampung Benteng Anyer Zulkifli AR yang dijumpai tamiangnews.com ditempat terpisah membantah tuduhan warga menurut dia semua dana yang di salurkan ke Kas Kampung sudah sesuai penggunaannya dan dapat dipertanggungjawabkan sebagaimana mestinya, dan masalah ini sudah di rapatkan di Meunasah dan persoalan ini sudah ditangani oleh Camat Manyak Payed, sebut Datok Penghulu tenang.

Camat Manyak Payed Wan Irwansyah yang dikonfirmasi tamiangnews.com membenarkan adanya masalah tersebut di Kampung Benteng Anyer, kita tidak bisa mengatakan Datoknya salah ataupum benarbkarena masalah ini sudah ditangani oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Kabaupaten Aceh Tamiang, jadi kita bersabar saja dan tidak perlu kita membuat aksi aksi yangbuat resah masyarakat, harap Wan Irwansyah. [] TN-W007, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.