Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Ribuan pegawai berstatus Pegawai Daerah dengan Perjanjian Kerja (PDPK) atau sering disebut pegawai kontrak, di jajaran Pemkab Aceh Tamiang, belum menerima gaji tiga bulan terakhir.

Mereka pun menuntut pemerintah segera membayar hak-hak mereka itu. “Sudah tiga bulan kami tak digaji. Meski gaji kami jauh di bawah UMP, tapi kami sangat membutuhkannya.

Pemkab Tamiang kami ingatkan agar tidak mempermainkan hak-hak kami,” tukas Nurdin, mewakili ribuan pegawai kontrak lainnya yang menuntut Pemkab Tamiang segera membayar gaji mereka.

Saat ini, jumlah pegawai berstatus PDPK di jajaran Pemkab Aceh Tamiang mencapai 2.163 orang.

Mereka hanya digaji Rp 820 ribu sampai Rp 1 juta per bulan. Jumlah ini jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh tahun 2017, Rp 2,5 juta/bulan sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh Nomor 72 tahun 2016 tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) Aceh Tahun 2017.

Minimnya gaji pegawai kontrak ini sangat tidak relevan dengan biaya kebutuhan hidup saat ini, dan penetapan besaran gaji pegawai kontrak ini pun tidak didasarkan pada indikator kebutuhan dasar, seperti halnya dalam penetapan UMR.

Pengabaian hak-hak pekerja ini diperparah dengan tindakan pemerintah yang tidak tepat waktu dalam membayar gaji mereka.

Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Juanda SIP mengatakan, tidak ada alasan Pemkab Aceh Tamiang menunda pembayaran gaji pegawai, khususnya pegawai PDPK di kabupaten itu.

Karena menurutnya, APBK Aceh Tamiang untuk tahun 2017 sudah disahkan sejak bulan November 2016.

“Seharusnya, memasuki bulan Januari 2017, seluruh pembiayaan dan program yang sudah disusun dalam APBK, sudah mulai berjalan tanpa kendala apapun,” katanya, menanggapi persoalan ini.

Menurut Juanda, persoalan ini selalu berulang setiap tahun, akibat kelalaian pihak Pemkab Aceh Tamiang.

“Untuk itu, kami meminta Pemkab Tamiang menuntaskan pembayaran seluruh gaji pegawai PDPK ini,” tegasnya. [] tribunnews.com, Foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.