Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SURAT PEMBACA — Apa yang anda ketahui tentang Buket Sangkapane? Buket Sangkapane yang memiliki ketinggian 796,8 meter Diatas Permukaan Laut (DPL), dengan mempunyai nomor Titik Triangulasi ke III (Tertiair), yang ditandai bukti sebuah Pilar atau Beton semen buatan zaman Penjajahan belanda pada era tahun 1930 an berada di puncaknya, pada titik koordinat N.97° 45' 35" E.04° 19' 48".

Buket Sangkapane ini juga bukan hanya kepunyaan Kabupaten Aceh Tamiang (Kecamatan Tamiang Hulu, Gampong Batu Madulang, Bengkelang), tapi juga Kabupaten tetangga yaitu Kabupaten Aceh Timur dengan kecamatan Simpang Jernih dengan desa atau gampong berada di kaki buket Sangkapane , yaitu gampong Simpang Jernih, Batu Sumbang dan Melidi.

Medan atau topogarfinya buket Sangkapane merupakan bebatuan (Karst), karang bebatuan yang banyak gua-gua atau sumur-sumur yang dalam dan besar. Menurut cerita masyarakat yang ada di kaki buket Sangkapane yang merupakan masyarakat suku Gayo Lokop dan Gayo Blangkejeren yang mendiami daerah tersebut, selain kisah cerita rakyat dari kata "SANGKA PANE", seorang putri atau perempuan (calon pengantin) yang mau dinikahkan oleh orang tuanya, akan tetapi si putri ini tidak mau menikah yang bukan dengan pasangan yang dia cintanya, sehingga dia melarikan diri ke Buket yang tinggi dan hilang di dalam hutan dan gua yang ada di Puncak buket, dan masyarakat mencari kesemua penjuru buket tapi tidak ditemukan sang putri tersebut, akhirnya di berilah nama atau sebutan "SANGKA PANE".

Selain cerita rakyat, Sangkapane juga memiliki anugerah Allah swt yaitu berupa hutan dalam hal ini "Pohon Alem" biasa disebut Kayu Alem (Pohon Gaharu). Gaharu merupakan jenis kayu berwarna kkehitaman dan mengandung Resin. Khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga/ 'Genus Aquilaria', terutama A. Malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian (parfum dan setanggi) karena berbau harum dan juga untuk Dupa keperluan agama budha dan hindu.

Gaharu ini telah menjadi bahan komoditi perdagangan dari kepulauan Nusantara (Sumatera) sejak 2000 tahun yang lalu yang di perdagangannya atau dijual ke sejumlah negeri-negeri, India, Persia, Srilangka, Pakistan, Jazirah Arab, Afrika timur dan Eropah. Jenis Kayu Gaharu ini, ada beberapa jenis, yaitu; gaharu asal Filipina, Tiongkok, Thailand, Kamboja, Malaysia, Vietnam, India, dan Indonesia.

Dan menurut dari Tim Aceh Tapak Ghaki dan Ukm Pa Lh Macopala Iain Langsa, yang sejak tahun 2015 sampai sekarang 2017. Tim telah membuat Survey, mencari data yang di anggap perlu, baik di bidang cinta Alam itu sendiri (Faura-Fauna), Adat istiadat, dan perekonomian masyarakat di kaki Buket Sangkapane. Dari desa ke desa dan juga mendaki Buket Sangkapane sampai ke puncaknya dan melihat potensi yang bisa di kembangkan dalam hal ini, potensi Wisata Alam (penelitian), Wisata sungai, Wisata kebudayaan, Wisata kuliner.

Alhamdulillah..sudah beberapa pendakian dan Ekspedisi penelitian yang sudah kami lakukan (Aceh Tapak Ghaki & Ukm Pa Lh Macopala Iain Langsa) di kawasan Buket Sangkapane. Kami menyimpulkan bahwa kawasan Buket Sangkapane harus di lindungi dari berbagai aktivitas, baik Ilegal logging, pembuatan pabrik semen, sehingga kami bersepakat memberi nama Taman Lindung Penelitian Buket Karst Sangkapane (TLPBKS) yang wajib di lindungi dan dijaga oleh kedua Kabupaten.

Salah satu hal yang menarik buat kami, selain Kayu Gaharu (kayu Alem) yang menjadi mata pencarian hampir masyarakat DI kaki Buket Sangkapane dengan di dukung nilai jual-beli kayu tersebut mencapai harga yang mengiurkan, dari puluhan juta sampai ratusan juta rupiah tergantung dari kualitas kayunya dan beratnya. Masyarakat di kaki Buket Sangkapane juga bertani padi ladang (padi diatas bukit), berkebun dan beberapa yang menjadi tenaga pengajar atau guru.

Bunga Rafflesia Aceh, atau bunga jenis bangkai ini yang di temukan oleh Tim Ukm Pa Lh Macopala Iain Langsa, di Buket Sangkapane. Jenis yang ditemukan ini menurut kami.., Jenis yang TERBESAR di Aceh. Jenis Bunga Rafflesia Aceh ini hampir mirip dengan Jenis Rafflesia "Kerril" yang pernah di temukan oleh Dr. Joseph Arnold DI sungai Manna (Pulau lebar) Bengkulu Selatan pada tahun 1818. Karena jenis yang ditemukan di dalam hutan Buket Sangkapane oleh Tim Mapala Maco Langsa, Jenis besar dengan diameternya mencapai 50 cm, dengan besar lingkarang (gelang) yang disebut "Diaphragma" mencapai 18 cm. Bagian tengah dasarnya yang berbentuk seperti piringan atau Cakram yang mempunyai separti bulu ataupun seperti jarum, mempunyai 35 jumlah jarumnya dan daun atau helau "Perigon" nya yang bercak mencapai 17 cm.

Bunga Rafflesia ini membutuhkan waktu 6-8 bulan hingga buah masak dan 1-2 hari untuk penyebaran biji. Mekar secara keseluruhan membutuhkan waktu 10 sampai 21 bulan. Dan bunganya mekar selama 5-6 hari, di hari kedua dan ketiga saat mekar sempurna akan mengeluarkan bau busuk, sehingga mengundang binatang lain datang separti jenis serangga. Setelah mekar, bunga membusuk. Bunga Rafflesia yang di temukan sudah masuk mekarnya pada hari ke tempat dengan ditandai Perigon bercak sudah mulai turun menyentuh tanah dan bulatan diaphragma nya sudah tidak sempurna lagi lingkaran bulatnya.

Dan saya memprediksi dan juga hasil penelitian kecil saya di sejumlah gunung di aceh yang sudah datangi, di sekitar yang ditemukan bunga tersebut masih ada lagi biji bunga Rafflesia yang belum mekar atau sudah pernah mekar dan sudah mati dan ada bekas bangkainya di sekita bunga tersebut, luas tumbuh bunga Rafflesia ini tidak luas, luasnya sekitar 4X6 meter. Seperti yang saya temukan di Gunung Bate Meucica 2.149 meter, gunung Meuntala 1.951 meter Aceh Besar, Krueng (sungai) Kaleung di kaki gunung Gle Keramat pedalaman Lamno, pada ketinggian 300 meter dan kawasan Gunung Apui (Api) Aceh Pidie pada ketinggian 2.000 meter. Dan juga di kawasan Pegunungan Taman buru isaq aceh tengah. Semua jenis ini merupakan jenis Bunga Rafflesia yang KECIL dengan diameternya antara 15 sampai 20 cm. Memang Jenis Rafflesia Aceh ada beberapa jenis, seperti jenis rafflesia berbentuk bintang yang ditemukan DI hutan peneliti Ketambe.

Bunga Rafflesia yang tumbuh di buket karst (berkarang cadas) Sangkapane merupakan kejadian unit dan sangat langka, bila dilihat pada umumnya tumbuh bunga ini di kawasan dingin, senyum dan lembab (basah). Karena itu kami dari Aceh Tapak Ghaki yang Salah satu program kami adalah "Penilitian" dan akan melakukan penelitian lanjutan bunga rafflesia yang TERBESAR di Aceh ini. Dan kami juga akan mencari data jenis bunga Rafflesia yabg tumbuh di Gunung Perkison 2.828 meter dan Taman-Hutan Penelitian Ketambe.

Kami berharap pemerintah dan masyarakat di kaki Buket Sangkapane ikut serius dan aksi langsung dalam menjaga dan melindunginya Faura Fauna yang langka, termasuk mahasiswa pecinta alam atau komunitas pemerhati lingkungan hidup, khusus diantaranya bunga Rafflesia Aceh ini, karena bunga ini rafflesia sudah di tetapkan sebagai "Puspa Langka Nasional" berdasarkan keputusan presiden RI. No. 4 tahun 1993 tentang satwa langka dan bunga nasional Rafflesia Arnoldii.

Selain di temukan jenis bunga Rafflesia yang mirip dengan Jenis Rafflesia Keerii dan yang TERBESAR di Aceh, juga tim menemukan Orang Utan, Ular, bunga hutan, sirih merah hutan, siamang dan juga jenis jamur, yaitu jamur kayu (Reishi), jamur ini tumbuh DI barang kayu bsok kayu sudah mati atau tidak, bentuknya seperti kelopak bunga berwarna coklat kekuningan dengan pinggiran ujungnya berwarna putih. Manfaat dari Jamur kayu ini di antara lain; anti kanker, anti oksidan, anti bakteri, anti virus, dan anti jamur. Selain tu juga jamur reishi (jamur kayu) ini mengandung asam gandodermil yang membantu mengurangi kolesterol dan menurunkan tekanan darah tinggi.

Dan masih banyak lagi yang harus di gali datanya, di survey, di teliti lagi dan kami siap bekerja sama dengan pihak pemerintah, masyarakat, para peneliti dan para komunitas atau lembaga lain demi menjaga dan melindungin Buket Karst Sangkapane dan Jajaran Buket Karst (JBK) lain nya baik di Aceh Tamiang dan di Aceh timur. []

Pengirim :
ABDURRAHMAN
Pendiri dan Peneliti Komunitas Aceh Tapak Ghaki dan Ukm Pa Lh Macopala Iain Langsa
WA. 08113378237, 085260239668
HP. 082364872368

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.