Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Pasca tidak tuntasnya kasus ijazah palsu terhadap salah seorang anggota Dewan Kota Langsa dari Partai Hanura beberapa waktu lalu, kini kasus yang aama itu mulai "menular" pada anggota Dewan lainnya. Kali ini anggota DPRK yang tertular itu dari adalah Partai Golkar berinitial W yang terindikasi menggunakan ijazah palsu saat maju menjadi anggota Dewan pada tahun 2014 lalu. Namun W membantah kalau dirinya menggunakan ijazah palsu saat mencalonkan diri sebagai anggota DPRK Langsa.

Berdasarkan data yang diperoleh Wartawan dari Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Langsa, W menggunakan ijazah sarjana (S1) saat mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPRK Langsa dari Daerah Pemilihan Kecamatan Langsa Timur-Langsa Lama. Ijazah Sarjana (S1) yang digunakan W yaitu ijazah yang dikeluarkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia (STIeBI) Jakarta dengan Program Studi Manajemen Informasi yang diperoleh wartawan, W memperoleh Ijazah S1 tersebut tanggal 18 September 2003 dengan No. Ijazah : MGT/1020040068/297/2003.

Pemilu Legislatif tahun 2014, W menggunakan ijazah tersebut mendaftarkan diri sebagai Calon Anggota DPRK Langsa dari Partai Golkar. Dalam Pemilu Legislatif itu, W berhasil terpilih sebagai anggota DPRK Langsa periode 2015-2019.

Setelah dilakukan penelitian menyangkut ijazah yang digunakan oleh W saat maju sebagai Caleg, ternyata ijazah S1 W terindikasi ijazah palsu.

Berdasarkan perbandingan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Dirjen Dikti, ijazah yang dikeluarkan atas nama W pada STIeBI Jakarta yaitu tanggal masuk W pada Perguruan Tinggi tersebut yaitu 15 Agustus 2002 dengan status mahasiswa aktif, pada tanggal 31 Oktober 2003 STIeBI Jakarta memgeluarkan ijazah atas nama W dengan tanggal kelulusan 18 September 2003.

Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa W memperoleh ijazah atau menamatkan kuliah pada STIeBI Jakarta dengan cara tak lazim. Apalagi dalam rentang waktu setahun dua bulan, yang bersangkutan sudah mendapatkan ijazah.

Diduga ijazah W adalah ijazah palsu yang digunakan saat mencalonkan diri sebagai anggota DPRK Langsa periode 2014-2019. Apalagi W disinyalir juga tidak terdaftar dalam wadah Ikatan Alumni Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bisnis Indonesia di Jakarta.

Sementara itu W anggota DPRK Kota Langsa dari Partai Golkar terduga pengguna Ijazah palsu ketika ditanya wartawan, terkait masalah Ijazah Palsu membantah kalau dirinya menggunakan ijazah palsu saat mencalonkan diri sebagai anggota Dewan tahun 2014 lalu. Menurut W, ijazahnya adalah asli dan dirinya tetap menempuh pendidikan sebagaimana lazimnya mahasiswa lain. Hanya saja terkait ijazah yamg dikeluarkan Perguruan Tingginya, terdapat kesalahan administrasi.

"Ya memang ada kesalahan administrasi aja dari pihak kampus dan sekarang sudah dalam proses perbaikan adminisinya di STIeBI Jakarta", ujar Widoyo. [] TN-W007, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.