Dilihat 0 kali

TPelaksanaan penobatan Raja Kerajaan Karang, Tengku Rahmansyah Fauzi Al Hajj menjadi Raja VIII Kerajaan Kejuruan Karang beberapa waktu lalu menuai kritik dari Hj Tengku Arfah, karena pengangkatan raja tanpa melalui musyawarah keluarga kerajaan.

Kritikkan tersebut diungkapkan Hj Tengku Arfah, yang merupakan anak kandung dari Raja Kejuruan Karang Tuanku Tengku Muhammad Arifin, dalam konferensi pers di Istana Kerajaan Kejuruan Karang, Rabu (1/3).

Dalam konferensi pers, Hj Tengku Arfah, putri kandung Raja Karang Tengku Muhammad Arifin, juga didampingi Tengku Sueb adik sepupu Raja Karang, dan sejumlah cucu di antaranya Tengku Ilham Arif, Tengku Haris, serta Amir Hasan Nazri alias Acang.

Tengku Ilham Arif mengatakan, dalam hal pengangkatan seorang raja, ketika masih raja masih bertahta sudah mempersiapkan putra mahkota, setelah mangkat diganti putra mahkota. Dan putra mahkota ketika itu Tengku Froomsyah, meninggal di usia muda.

"Setelah itu, tidak ada lagi penunjukan putra mahkota oleh Raja Tengku Muhammad Arifin hingga Beliau mangkat," ujar Tengku Ilham Arif yang merupakan cucu Raja Karang dari istri pertama Khadijah, anak kedua Tengku Harun.

Tengku Ilham menyebutkan, sejak meninggalnya putra mahkota pengganti Raja Karang, Tengku Arifin tidak mengangkat lagi putra mahkota sehingga tidak ada lagi raja pada waku itu.

"Berkenaaan penobatan Tengku Rahmansyah Fauzi sebagai Raja Kerajaan Karang, belum mendapat zuriat Kerajaan Karang baik yang ada di Jakarta, Bandung dan Banda Aceh," sebut Tengku Ilham sembari mengatakan, dikarenakan itu keluarga kerajaan tidak bertanggungjawab adanya pengangakatan mengatasnamakan Raja Karang.

Sementara putri kandung Raja Karang Hj Tengku Arfah binti Tuanku Muhammad Arifin mengatakan, pengangkatan Tengku Rahmansyah Fauzi Al Hajj menjadi Raja belum tepat dikarenakan masih banyak cucu raja yang lebih tua dari Rahmansyah untuk menjadi raja, seperti Tengku Iskandar dan Tengku Lukmansyah.

"Tiba-tiba datang Tengku Rahmansyah Fauzi Al Hajj dari Amerika Serikat mengangkat dirinya menjadi Raja Karang ke delapan," ujar Hj Tengku Arfah.

Meski demikian, pihaknya tidak ada upaya menuntut secara hukum, walaupun Tengku Rahmansyah Fauzi tidak membangun komunikasi dengan keluarga kerajaan.

"Dan kalaupun Beliau menggap raja, itu silahkan hak Beliau," cetus Tengku Haris.
Sebelumnya, Tengku Rahmansyah Fauzi Al Hajj dinobatkan menjadi Raja VIII Kerajaan Karang dengan gelar Duli yang Mulia Tengku Rahmansyah Fauzi Al Hajj ibni Ibnu Tengku Herder ibni Tengku Muhammad Arifin, yang berlangsung di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Sabtu (25/2).

Sekaligus pengukuhan Puan Rapih Sri Lustyawani sebagai Ampuan Suri (Permaisuri) dan Tengku Razi Reynaldi sebagai Tengku Mahkota (Putra Mahkota).

Sebelum naik tahta, Khatibul Ashar Kerajaan Karang membacakan maklumat titah raja berupa hasil musyawarah rapat zuriat Kerajaan Karang dan datok-datok Kerajaan Karang pada tanggal 9 Rabi"ul Awal 1438 H yang bertepatan tanggal 9 Desember 2016 M, di Karang Baru.

Memutuskan mengangkat T Rahmansyah Fauzi bin THeider bin T Muhammad Arifin bin T Ahmad Syailani yang bergelar T Raja Silang, menjadi Raja Negeri Karang sejak tanggal 28 Jumadil Awal 1438 H yang bertepatan tanggal 25 Februari 2017 M. [] medanbisnisdaily.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.