Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SERUWAY -- Sumber mata air bersih siap saji yang ada di Kampung Gedung Biara, Kecamatan Seruway, sangat berpotensi untuk mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat dan Pengembangan Pendapatan Asli Kampung (PAK) dengan metode pengelolaan melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) dengan usaha Air Minum Packaging Botol Gelas dan isi 600 meli liter. Ide ini disampaikan oleh seorang pakar pemberdayaan berkaliber nasional, Jufri Zainuddin di Kampung Gedung Biara, Kecamatan Seruway, Rabu 01/03/2017.

Potensi sumber mata air bersih yang ada di kampung Gedung Biara tersebut, sangat berpotensi besar untuk peningkatan pemberdayaan ekonomi rumah tangga masyarakat serta dapat mendongkrak Pendapatan Asli Kampung (PAK) dan akan menjadikan kampung Gedung Biara menuju kampung mandiri. Karena berpeluang miliki pendapatan yang luar biasa nantinya, satu-satunya cara adalah mengalokasikan Dana Desa, yang ada melalui BUMK dengan usaha Air Bersih isi ulang, hingga air minum kemasan siap saji untuk dipasarkan lokal dan luar daerah”kata Jufri Zainuddin.

Selanjutnya Jufri menambahkan, ini sebenarnya belum terlambat jika pihak kampung bertindak bijak dalam mengalokasikan Dana yang ada untuk pemberdayaan, dibandingkan Dana yang ada dituangkan dalam bangunan fisik pada akhirnya Dana nya mati sia-sia tanpa ada hasil bagi kekayaan Aset Kampung dimasa yang akan datang. Jika usaha penjualan Air isi ulang dan air minum kemasan ini akan lebih berpotensi setiap rumah tangga akan mendapat penghasilan tambahan dengan mengisi kemasan Air minum siap saji dan harga sesuai standar upah kerja. Keuntungan ganda bagi masyarakat dan kampung untuk menunjang ekonomi kampung.

Zainuddin, S. Pd, selaku Wakil Ketua Majelis Duduk Setikar Kampung (MDSK) atau Tuha Peut Kampung, di Gedung Biara menyampaikan, program pengembangan dan pemberdayaan ekonomi berbasis usaha milik kampung ini cukup baik dikembangkan, tetapi apakah masyarakat benar-benar membutuhkan usaha ini. Jika masyarakat pada umumnya membutuhkan, tidak bisa dipungkiri program tersebut adalah skala perioritas untuk dialokasikan anggaran dan wajib masuk dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kampung (APBKam). Selanjutnya jika kebutuhan umum, diharapkan kepada masyarakat pada umumnya agar hadir dalam musyawarah untuk mengajukan usulan, jangan buat usulan diluar musyawarah, pasti tidak akan terakomodir.

Mariansyah salah seorang warga Kampung Gedung Biara berpendapat, jika usaha pengembangan Air isi ulang dan kemasan air minum siap saji ini dapat dikembangkan di kampung kami, maka kami semua masyarakat akan mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga kami, semua rumah tangga dapat mengisi kemasan air minum siap saji, seperti minuman gelas yang dipasarkan selama ini dikedai kampung. Kedepan warga masyarakat tidak lagi membeli air kemasan dari luar, mencintai dan menggemari produk lokal lebih baik dan murah meriah higienis dan sehat. [] Rubernews, Foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.