Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, ACEH TAMIANG -- Muatan Galian C jenis tanah kuning kering, yang diangkut mobil dump truck diseputaran jalan lintas Kabupaten Aceh Tamiang, meresahkan pengguna jalan lintas hingga jalan protokoler dengan debu dan bongkahan tanah yang diterbangkan angin dari bak dump truck, akibat tidak ditutup terpal saat diangkut. Hal tersebut disampaikan masyarakat pengguna jalan dikawasan Alur Manis, Kecamatan Rantau, Selasa (21/03).

“Setiap harinya kami masyarakat yang melintasi jalan lintas Seruway Upah atau Seruway Rantau, selalu makan debu dan bongkahan tanah yang jatuh dari bak dump truck yang diangkut hingga melintasi jalan Negara juga. Akibatnya kami pengguna jalan menerima dampak tersalup debu, bahkan terkena tanah bongkahan yang terjatuh dari bak dump truck, jika terjatuh dijalanan dan semakin kering dapat berakibat batuk dan ispa bagi yang menghirupnya” Muhammad (34), warga Kampung Padang Langgis.

Armansyah warga Pantai Balai berkomentar, seharusnya pihak Dinas Perhubungan Aceh Tamiang perlu melakukan pemantauan dan bertindak atas pelanggaran kenyamanan dan tata tertib menggunakan jalanan sebagai angkutan barang material, apa lagi membahayakan pengguna jalan lainnya dengan dampak dari kelalaian awak mobil dump truck pengangkut tanah tersebut. Malahan kadang melintas didepan pos Dishub depan terminal Umum Kualasimpang, tapi dibiarkan saja lewat tanpa menegur mobil dump truck berkeliaran bawa tanah dengan bak terbuka.

Tim investigasi Wilayah Pantai Timur, LSM KPK DPD Provinsi Aceh Sayed Adam, keadaan tersebut seperti diabaikan begitu saja oleh awak dump truck, sebenarnya mereka ketahui tapi membiarkan atau sengaja dengan kelalaian tersebut membahayakan orang lain pengguna jalan. Butuh tindakan dan efek jera kepada supir dump truck tersebut, atas mengabaikan yang seharusnya dia jaga demi keselamatan dan kesehatan orang lain. [] TN-W001, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.