Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LHOKSEUMAWE -- Dalam rangka melawan kejahatan Lingkungan dan Kehutanan, WWF Indonesia menggelar Kick Off Meeting dan Workshop yang diadakan di Hotel Lido Graha Lhokseumawe Rabu-Kamis (22-23/02). WWF Indonesia bersama Forum DAS Peusangan dan Balau Syura Inong Aceh berkoalisi dalam Program Shared Resources Joint Solution (SRJS).

Tujuan diadakannya Workshop ini adalah untuk meningkatkan keasadaran dan mendorong adanya komitmen para pihak untuk mendukung upaya pencegahan dan penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan dan kehutanan di Lanskap Peusangan, Jambo Aye dan Tamiang (PJT).

Dalam acara yang digelar selama dua hari ini dihadirkan narasumber dari berbagai instansi dan lembaga diantaranya Chairul Saleh dari WWF Indonesia, Kamaruzzaman dari Balai Gakkum KLHK, AKP Yasir SE dari Ditreskrimsus Polda Aceh, Soraya Kamaruzzaman dari Balai Syura Inong Aceh, Amri Samadi dari Dinas LHK Provinsi Aceh, dan M. Nur Direktur Eksekutif Walhi Aceh.

Kamaruzzaman dari Balai Gakkum dalam paparannya mengatakan, terdapat banyak bentuk kejahatan lingkungan hidup diantaranya perbuatan yg menyebabkan pencemaran LH, penggunaan B3, memasukkan Limbah dari LN ke dalam ke media LH, membuang Limbah B3 ke Media LH, melepaskan produk rekayasa genetik ke Media LH, dan pembukaan Lahan dgn Membakar. Sedangkan kejahatan kehutanan dianataranya perambahan hutan, penebangan liar, pertambangan illegal di dalam kawasan hutan, perburuan terhadap satwa liar yang dilindungi, perkebunan illegal di dalam kawasan Hutan dan kebakaran hutan.

Sementara Amri Samadi dari DLHK Aceh mengatakan, ada beberapa masalah kehutanan saat ini diantaranya illegal logging & illegal timber trade, perburuan liar/ pengumpulan TSL secara ilegal/ perdagangan liar, pasar kayu gelap & mafia Ilegal Logging & ilegal Timbre trade, perambahan kawasan hutan, pembakaran hutan, penambangan liar, terbatasnya lapangan kerja, dan kondisi sosek masyarakat sekitar hutan masih rendah.
Semua permasalahan tersebut akan berakibat pada Ekologi (degradasi hutan, kwalitas ekosistem, Kehati, rawan bencana alam), Ekonomi (PNBP hilang, harga kayu rendah) dan Sosbud (pergeseran nilai masyarakatn skeptis, anarkis).

Workshop diikuti oleh berbagai pihak terkait terdiri dari Kanit Reskrim Polres dari 8 kabupaten/kota, unsur Dinas LH dari 8 kabupaten/kota, LSM, Anggota Komisi B DPRK dari 8 kabupaten/kota, tokoh perempuan, Kejati Aceh, BKSDA Aceh, BP2T Aceh, KPH WIlayah II dan III dan BPDAS Aceh. [] Red-TN

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.