Dilihat 0 kali

TamiangNews.com  --  Tangkahan merupakan salah satu andalan pariwisata Sumatera Utara, selain Danau Toba, Bukit Lawang dan Berastagi. Wisata Tangkahan tidak hanya dikenal oleh masyarakat Medan dan Langkat, tetapi juga oleh wisatawan manca negara, terutama Eropa dan Australia. Ketika musim liburan tiba di Eropa atau Australia dan sekitarnya, maka jangan heran, kita akan menemukan mereka berlibur di sini, sekaligus Bukit Lawang. Apa yang membuatnya begitu menarik?.

Tangkahan merupakan tempat ekowisata, paling tidak begitu klaimnya, yang secara administratif berlokasi di Desa Namo Sialang, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat. Kawasan wisata Tangkahan berbatasan langsung dengan Taman Nasional Gunung Leuser. Luas areal wisata sekitar 17.000 hektar. Mungkin lokasi ini dapat dijadikan salah satu andalan wisata alam Indonesia bagian barat.

''Jalan Menuju Tangkahan Langkat''

Jalan menuju Tangkahan, Langkat, hanya dapat dicapai melalui jalur darat . Bisa dari Medan atau dari Bukit Lawang jika kebetulan anda sedang liburan di Bukit Lawang. Dapat menggunakan sepeda motor, mobil atau bus. Kebetulan, penulis pernah menggunakan semuanya.

Jalan menuju Tangkahan dari Medan dapat menggunakan sepeda motor, bus atau mobil pribadi. Dibutuhkan waktu sekitar 3 hingga 4 jam jika menggunakan sepeda motor atau mobil pribadi. Andai menggunakan bus umum, mungkin membutuhkan waktu sekitar 5 jam karena terkadang berhenti di perjalanan untuk menaikkan atau menurunkan penumpang. Jarak dari Medan sekitar 110 – 120 km.

Dari Medan, anda harus menempuh perjalanan sekitar 50-an km hingga tiba di Simpang Tanjung Beringin, setelah Stabat. Kemudian dari simpang ini hingga ke lokasi wisata berjarak sekitar 60-an km. Sesungguhnya, jaraknya tidak terlalu jauh. Tetapi, karena jalan dari Simpang Tanjung Beringin hingga lokasi wisata, sebagian masih jelek. Inilah yang membuat lama perjalanan. Bahkan, kalau hujan deras, jalan di desa (pemukiman) terdekat yaitu Namo Sialang bisa saja banjir. Akibatnya, kendaraan tidak bisa melintas. Namun, banjir ini biasanya cepat surut.

Dari terminal Pinang Baris, Medan, hanya ada 2 bus yang berangkat setiap hari yaitu sekitar pukul 10.00 dan 01.00. Ongkosnya 15.000 per orang. Sementara bus menuju Medan, biasanya berangkat dari sana sekitar pukul 7.30 dan 2.30.

Sedangkan kalau dari Bukit Lawang, wisatawan hanya bisa menggunakan sepeda motor atau mobil offroad karena jalannya berkerikil dan kadang licin berlumpur. Jalan ini sebagiannya melewati jalan perkebunan PTPN 4. Waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 2 hingga 3 jam. Tidak ada mobil umum. Hanya tersedia mobil rental, itupun harus dicari terlebih dahulu. Para pemandu biasanya tahu siapa yang menyewakan mobil ke sana. Harga sekitar 1 juta.

Dan Jangan Lupa Terdapat Pula Penginapan-Penginapan yang Pasti Sangat Murah, Mulai dari 100.000 s/d 300.000 permalam, Letak nya Juga Persis dilokasi wisata tersebut, so lets go. [] Bumi Kita, foto, Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.