Dilihat 0 kali



TamiangNews.com | JAKARTA - Moda transportasi di kawasan Jabodetabek dinilai sudah cukup bervariatif. Mulai dari angkutan untuk perkotaan hingga antar kota dapat menjadi pilihan pengguna kendaraan umum.

Namun, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melihat ada satu segmen yang selama ini belum mendapatkan perhatian. Dia menganggap segmen angkutan permukiman atau perumahan belum terkelola dengan baik.

Padahal, dengan adanya angkutan permukiman di kawasan seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Bodetabek) dapat membantu mengurai penumpukan traffic kendaraan menuju Jakarta.

"Nah ini kita ingin ada satu lapis masyarakat tertentu ingin dari perumahan menuju ke pusat kegiatan (menggunakan angkutan umum)," jelas Budi Karya usai launching Jabodetabek Residence Connexion (JR Connexion) di ITC Mangga Dua, Jakarta, Selasa (14/2/2017).

Dia pun menyadari saat ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sudah memiliki angkutan TransJakarta terintegrasi Jabodetabek. Namun dirinya menilai angkutan tersebut belum mampu menyasar hingga permukiman.

"Saya sudah bicara dengan Pak Gubernur (Jakarta) untuk tahap pertama ini belum sampai perumahan, karenanya kita lakukan ini. Karena TransJakarta masih banyak jalur-jalur tertentu yang harus dipenuhi. Saya pikir antara TransJakarta dengan JR Connexion ini complimentary ya nggak ada saingan. Akan berlangsung dengan baik," lanjutnya.

Dengan demikian, dirinya menilai keberadaan kedua angkutan tersebut dapat saling melengkapi dan tidak akan berbenturan satu sama lain.

"Jadi memang konsep kita memberikan masyarakat banyak alternatif. Bagi mereka yang akan menggunakan kereta api itu satu, bagi yang akan menggunakan bus umum dari terminal ke terminal," tambahnya.[] economy.okezone.com


Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.