Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Prabowo Subianto meminta maaf kepada warta Jakarta atas keputusannya mencalonkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai wakil gubernur dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tahun 2012.

"Kali ini gue jamin deh (Anies-Sandi) putra bangsa terbaik, kalau yang dulu maafin ya," tutur Prabowo, ketua umum Partai Gerindra, dalam kampanye akbar pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Minggu, 5 Februari 2017.

Pada Pilkada DKI Jakarta 2012, PDI Perjuangan mencalonkan Joko Widodo sebagai gubernur. Pasangan koalisi PDIP dan Gerinda ini akhirnya mengalahkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang diusung Partai Demokrat, Golkar, PPP, PKB, PAN dan PKS.

Pada 10 September 2014, Ahok memutuskan keluar dari Gerindra karena perbedaan pendapat pada RUU Pilkada. Partai Gerindra mendukung RUU Pilkada, sedangkan Ahok dan beberapa kepala daerah lain memilih untuk menolak RUU Pilkada karena terkesan "membunuh" demokrasi di Indonesia.

Ketika Jokowi terpilih sebagai Presiden pada pemilu 2014, Ahok akhirnya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kini, Ahok dan Djarot Saiful merupakan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung PDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem.

Prabowo mengatakan dia tidak menyesali keputusannya pada Pilkada DKI 2012. Kepada para simpatisan Anies-Sandi, dia berpesan agar berpikir ke depan. “Jangan lihat ke belakang, jangan jelek-jelekkan siapa pun. Ingat, kemenangan Anies-Sandi adalah kemenangan untuk seluruh rakyat Indonesia. Mohon doa restu,” katanya.

Prabowo mengimbau warga Jakarta untuk tidak asal-asalan dalam memilih pemimpin.

"Jangan beli kucing dalam karung, harus diuji, kalau dari ahlak kita jamin deh, segi ganteng, oke kan? Tutur katanya juga sopan, pernah enggak lo denger Anies-Sandi caci maki?" katanya.

Prabowo mengingatkan para pendukungnya untuk waspada terhadap kecurangan yang mungkin terjadi. "Jangan terlalu lugu, tahu artinya apa? Lugu singkatan lucu dan guoblok, jadi harus waspada, harung tanggap harus jeli, harus berani," ujarnya.

Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI itu juga mengingatkan agar pendukungnya tidak terlena politik uang.

"Yang penting tinggal 10 hari kerahkan dulungan sebanyak banyaknya, mereka akan pakai uang. Kalau ada yang ngasih uang, ambil aja, entar nyoblosnya nomor tiga," kata ujarnya.

Kampanye akbar pasangan Anies-Sandiaga ini dihadiri seluruh petinggi Partai Gerindra dan PKS. Dua partai ini pengusung pasangan calon nomor 3, yakni Anies-Sandi.

Kampanye yang dihadiri ribuan orang berlangsung dari pagi hingga sore hari. Selain Prabowo, Presiden PKS Sohibul Iman dan beberapa petinggi kedua partai juga memberikan orasi di hadapan simpatisan dan relawan. [] Tempo.co

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.