Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Pasangan Calon Walikota Langsa nomor urut 3 Fazlun Hasan - Syahyuzar Aka (Fajar) melaporkan sejumlah pelanggaran yang dilakukan paslon Umara dengan nomor urut 4, ke sekretariat Panwaslih Kota Langsa, seperti intimidasi dan money politik, Selasa petang tadi (21/2).

Calon walikota Langsa, Fazlun Hasan didampingi Ketua timses Syahrial Salim yang juga Ketua Partai PDI-P dan sejumlah tim pemengan Fajar dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Langsa.

Kedatangan rombongan Fajar tersebut diterima oleh komisioner Panwaslih Kota Langsa di lantai II yang disambut oleh Agus Syahputra, Rahmadhani, Riswandar, Joko Santoso dan T Faisal SH.

Menurut, Fazlun, mereka melaporkan terhadap kecurangan dan pelanggaran Pilkada yang dilakukan oleh paslon no urut 4, berupa money politic dengan pembagian uang di rumah Usman Abdullah saat pengajian Putroe Aceh.

"Saat itu dibagikan uang sebesar Rp.100.000 perorang dengan modus zakat yang diberikan kepada ibu-ibu pengajian dengan komitment agar memilih paslon nomor urut 4, kejadian pada tanggal 9 Februari 2017," papar Fazlun.

Dijelaskan Fazlun, dari informasi yang dia terima ada pemilih dibawah umur diarahkan untuk memilih paslon no urut 4 dengan menggunakan surat undangan memilih atas nama orang lain.

Selain itu juga, ia tegaskan lagi, telah terjadi intimidasi terhadap Keplor Dusun Mawar Gampong Seulalah yang dilakukan oleh Geuchik Selalah, oleh oknum Geuchik tersebut menyatakan akan memecat Keplor karena Paslon nomor urut 4 yakni Umara kalah di Gampong tersebut.

Sementara itu, Ketua timses Syahrial Salim, dalam keterangannya menyatakan bahwa meminta kepada pihak Panwaslih untuk mrmproses laporan yang dilaporkan oleh tim fajar,"mohon direspon dan ditindak lanjuti," timpal, Syahrial.

Sementara itu Ketua Panwaslih Kota Langsa, Agus Syahputra kepada wartawan  mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dengan kehadiran pihak Fazlun Hasan memberikan laporan pelanggaran Pilkada.

Panwaslih akan segera mempelajari bukti-bukti formil yang telah disampaikan oleh Fazlun. Dan pihaknya juga akan meneliti sejauh mana tindak pelanggaran dilakukan paslon nomor urut 4.

Apabila masih ada kekurangan data maka dapat kiranya melengkapi berkas paling lambat 1 x 24 jam, mengingat batas waktunya yang sangat singkat.

"Intinya pihak Panwaslih akan segera mempelajari bukti-bukti formil terkait pelanggaran Pilkada yang dilakukan oleh paslon nomor urut 4 dan bila sudah memenuhi kelengkapan tindak pelanggaran secepatnya kita proses, jika nantinya ada dugaan pelanggaran terkait masalah pidana pemilubakan kitavteruskan ke Gakkumdu" ujar Agus, Panwaslih akan bersikap netral siapapun yang melakukan pelanggaran kita sikat, tutup Agus Syahputra Ketua Panwaslih Kota Langsa, tenang. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.