Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, IDI -- Pasangan Calon Bupati Aceh/Wakil Bupati Aceh Timur Nomor Urut 1 Ridwan Abubakar SPdi-Abdul Rani (Nektu-Polem), menolak hasil Pilkada Aceh Timur 2017-2022.

Penolakan hasil Pilkada di daerah tersebut, disampaikan Ridwan Abubakar kepada Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Timur, melalui suratnya Nomor 10/TP-NP/II/2017 Tanggal 16 Februari 2017 yang ditanda tangani Tim Pemenangan Nektu-Polem yaitu Sopian Adami SH, Muslim A Gani SH dan T. Syaifuddin SH.

Dalam surat itu, Tim Pemenangan Nektu-Polem menyebutkan berbagai data kecurangan dan ketimpangan Pilkada Aceh Timur, termasuk indikasi tindakan arogansi calon Bupati Aceh Timur yang sedang berkuasa.

Kecurangan Pilkada Aceh Timur yang disampaikan Tim Pemenangan Nektu-Polem ini, di antaranya pelaksanaan Pilkada Aceh Timur diklaim telah bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku, karena formulir C1 yang seharusnya dari PPS diserahkan ke PPK dan selanjutnya diteruskan ke KIP Aceh Timur pada hari pelaksanaan Pilkada, tapi hal itu tidak dilakukan PPS dan PPK.

Bahkan sampai batas akhir waktu yang ditentukan, KIP Aceh Timur juga belum menerima berkas Formulir C1-KWK dari KPPS. Hal ini jelas melanggar Peraturan KPU No 14 tahun 2016 khususnya pasal 55 ayat 3.

Selanjutnya Tim Pemenangan Nektu-Polem juga menyebutkan pada tanggal 16 Februari 2016 sekitar pukul 03.00 Wib dini hari, Bupati Aceh Timur yang juga sebagai calon Bupati Aceh Timur Nomor urut 2 bersama 500 massa pendukungnya mendatangi kantor KIP Aceh Timur guna mengambil secara paksa sebagian form C1-KWK yang ada pada kantor KIP Aceh Timur di kawasan Perlak kota.

Karena diminta secara paksa dan banyak massa yang diikut sertakan calon Bupati Aceh Timur, KIP Aceh Timur terpaksa menyerahkan dokumen yang sejarahnya tidak boleh dikeluarkan.

Sebagian formulir C1-KWK kepada bupati Aceh Timur yang juga salah satu Paslon peserta Pilkada.

Karena berbagai kecurangan dan indikasi tindakan melawan hukum termasuk sikap arogansi calon Bupati Aceh Timur incumbent dengan memanfaatkan kekuasaannya itu, hasil Pilkada Aceh Timur tidak menjamin nilai perolehan suara yang benar sesuai form C1-KWK.

Atas dasar tersebut maka pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Timur Nektu-Polem menolak hasil Pilkada Aceh Timur dan meminta agar pelaksanaan Pilkada di Aceh Timur digelar ulang dengan tingkat pengawalan yang tidak memihak serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, demikian isi surat yang ditanda tangani Tim Advokasi Hukum Pemenangan Nektu-Polem.

Sementara itu Kapolres Aceh Timur AKBP Rudi Purwiyanto, SIK, M Hum, kepada wartawan Kamis (16/2) siang, mengatakan ada kesalah pahaman komunikasi saja di situ. Rudi menjelaskan Pengurus Partai Aceh (PA) mendatangi Kantor KIP Aceh Timur, lalu pihaknya susul ke kantor KIP yang berada di kawasan Kota Perlak Aceh timur.

“Tidak lama kemudian baru Pak bupati datang ke kantor KIP,” ujarnya, kemudian ke Kantor KIP pihak kepolisian hanya pengamanan Pemilukada Aceh Timur.

“Jadi saya turun langsung tadi malam untuk menghindari agar tidak terjadinya kegaduhan di sana, kesalahan komunikasi dalam hal ini kita tunggu hasil yang diumumkan KIP Aceh Timur saja siapa yang akan menjadi Bupati Aceh Timur priode 2017-2022”, pungkasnya. [] TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.