Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KUALASIMPANG -- Sejumlah kelompok tani peternakan sapi di Kabupaten Aceh Tamiang, berharap dewan setempat dapat meminta tambahan indukan sapi ke Jakarta, agar jatah kekurangan bantuan induk sapi sebelumnya dari pemerintah pusat bisa tercukupi.

"Permohonan ini disampaikan melalui komisi B DPRK Aceh Tamiang ketika melakukan Pansus baru baru ini. Sebab bantuan indukan sapi yang mereka terima jumlahnya berbeda-beda antara kelompok yang satu dengan yang lainnya," ujar Ketua Komisi B, Sarhadi kepada GoAceh di ruang kerjanya, Senin (27/2/2017).

Kata Sarhadi, dari 20 kelompok tani ternak, setiap kelompok menerima bantuan indukan sapi mulai dari 20 hingga 25 ekor.

Perbedaan dimaksud disebabkan dari jumlah 500 ekor sapi yang diberikan totalnya, 21 ekor sapi di antaranya tidak diterima karena tidak sesuai dengan spesifikasi karena cacat, seperti patah kaki, sakit dan mati.
Ads

"Pada dasarnya mereka para anggota kelompok ini meminta kita untuk memohonkan ke pusat agar bantuan sapi anggaran APBN tahun 2016 lalu bisa diberikan kembali di APBN selanjutnya. Tujuannya supaya setiap kelompok bisa menerima 25 ekor sapi indukan jenis Brahman Cross asal Australia," ujar Sarhadi.

Sarhadi, yang di dampingi anggota Komisi D, T Irsyadul Afkar, Edi Susanto, Mawardi Nur, Mat Pasya dan Juniati tersebut juga memaparkan bahwa bantuan yang keseluruhannya berjumlah 479 ekor, sejak berada di tangan kelompok tani, “di antaranya sudah ada yang melahirkan bayi sapi.”

"Warga penerima bantuan manfaat indukan sapi Brahman Cross dari APBN tahun 2016, sangat berterimakasih kepada pemerintah. Apalagi sekarang induk sapi itu sudah ada yang melahirkan," imbuh Sarhadi.

Keberhasilan petani ternak dalam memelihara sapi bantuan pemerintah pusat itu, lanjut Sarhadi, karena tak terlepas dari peran aktifnya mantri tani dan unsur TNI melalui Babinsa yang selalu mendampingi dan memberikan bimbingan langsung kepada kelompok. [] goaceh.co, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.