Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, MAKASAR -- Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad angkat bicara terkait penetapan tersangka Dahlan Iskan. Menurut dia, seharusnya penegakan hukum itu tidak boleh didasari pada hal-hal yang diluar koridornya.

"Jadi penegakan hukum itu harus berdasarkan fakta dan ada bukti-bukti hukumnya," kata Abraham usai menjadi narasumber Diskusi Pendidikan Awal Tahun Membangun Pendidikan Berintegritas di Hotel Grand Clarion Makassar, Selasa, 7 Februari 2017.

Oleh karena itu jika penetapan tersangka Dahlan Iskan dalam kasus dugaan korupsi mobil listrik hanya didasari dengan hal-hal yang lain. maka Abraham yakin bahwa dunia hukum di Indonesia bisa dimainkan.

"Kalau kasus ini didasarkan pada hal lain, bersifat non hukum maka dunia hukum kita akan bisa dimainkan, bisa digiring kesana ke mari hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu," ucap dia.

Sehingga, Abraham mengatakan bahwa penetapan tersangka tersebut harus dilihat terlebih dahulu, apakah sesuai fakta dan bukti-bukti hukum atau tidak?. Hal itu agar citra penegak hukum di Indonesia tidak rusak.

"Makanya kita lihat dulu penetapan tersangkanya ini, kalau tidak sesuai fakta dan bukti hukum. Menurut saya akan merusak citra penegakan hukum, bukan cuma sekadar merusak citra saja, tapi sekaligus membawa dunia penegakan hukum di Indonesia menjadi hancur," tambahnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung M. Prasetyo telah menetapkan Dahlan Iskan sebagai tersangka dugaan korupsi mobil listrik. Dimana berdasarkan perhitungan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), merugikan negara Rp 28,99 miliar lantaran mobil tak bisa digunakan. [] Tempo.co

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.