Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Dituding Kepala Dinas Syariat Kadis Syariat Kota Langsa Ibrahim Latif terhadap jajaran Polres Langsa mengambil paksa Oknum Polisi pelaku Khalwat yang ditangkap Polisi Wilayatul Hisbah (WH) membuat berang Kapolres Langsa AKBP Iskandar.

Menurut Kapolres Pasalnya dalam memberikan pernyataan pada beberapa awak media di tengarai Kadis Syariat Islam telah membangun opini yang mencemarkan nama baik institusi kepolisian.

Di beberapa media cetak dan Online Ibrahim Latif menuding pihak kepolisian mengambil paksa oknum polisi anggota Polda Aceh, Brigadir Syafrizal Roza (32) yang diamankan anggota Polisi Wilayatul Hisbah (WH) dan Dinas Syahriat Islam karena sedang berbuat mesum di sebuah kamar kantin di kawasan hutan lindung kota Langsa dengan kekasihnya Tuturi (33) warga gampong Lengkong Kecamatan Langsa Baroe Kota Langsa pada Selasa (22/2) sekira pukul 21.15 Wib malam.

Menurut Ibrahim Latif, pada waktu itu Kasat Reskrim Polres Langsa bersama Kasie Propam dan puluhan anggota polisi Polres Langsa datang lokasi kejadian membawa lari pelaku dari tangan WH.

Ketika di konfirmasi awak media Kamis (23/2) Kapolres Langsa AKBP Iskandar mengatakan, yang kita amankan warga sipil bukan anggota polri dan itu juga karena hasil evaluasi anggota karena takut diamuk massa maka kita bertindak. Dalam melakukan pengamanan kami tidak ada membeda-bedakan apakah itu anggota saya, apa itu anggota polri atau masyarakat. Ujar Kapolres.

Kejadian tersebut tidak ada maksud sama sekali dari pihak kepolisian untuk melindungi orang yang terduga bersalah melanggar Syariat Islam, seperti dalam pernyataan yang disampaikan oleh Kadis Syariat Islam (WH) yang telah dilangsir oleh beberapa media. Polisi selalu mendukung setiap pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh Syariat Islam, ujar Kapolres.

Menurut Kapolres, pernyataan Kepala Dinas Syariat Islam tidak ada dasarnya, kita belum pernah melindungi anggota yang melanggar syariat Islam. Selama ini kerja syariat islam selalu kita dukung, walau hanya pemberitahuan lewat telpon, ujarnya.

Jadi jangan seenaknya mengeluarkan pernyataan atau tuduhan ke polisi atau polres.
Kepala Dinas syaiat Islam harus punya etika dalam menyampaikan berita ke publik harus ada dasar yang jelas.

Jangan membuat opni untuk menjelekkan polri sehingga punya kesan negatif di masyarakat, seolah-olah polres Langsa tidak mendukung Syariat Islam. Karena ini sudah pencemaran nama baik, maka saya mau buat tuntutan, tegas Kapolres.

Pernyataan tidak berdasar dapat dikenakan pasal dalam KUHP. Dan pernyataan Ibrahim Latif di media sudah membangun opini pribadi dan juaga telah mencemarkan nama baik kepolisian khusus nya polres Langsa maka kita tetap melakukan tindakan tegas, tutup Kapolres.

Kasat Reskrim Polres Langsa, AKP Muhammad Taufik juaga membantah keras tudingan Ibrahim Latif yang mengatakan bahwa dirinya telah membawa lari TSK..” Kalau saya bawa lari berarti TSK saya lepas". Kejadian warga sudah semangkin banyak di sekitar TKP, yang kita kuatirkan malam itu pelaku dihakimi massa. Maka kami memutuskan mengamankan pelaku ke mapolres Langsa dengan tujuan setelah situasinya memungkinkan kita serahkan ke Kantor Syariat Islam, ujar Kasat.

Kasat menambahkan, jika mau diperjelas mengapa pemilik caffe (ada kamar tidurnya) tidak diamankan oleh WH?, sebab penyedià tempat termasuk pelanggaran, sesuai dengan Qanun Aceh Nomor 6 thn 2014 tentang Hukum Jinayat tepatnya di Pasal 23 ayat 2, tutup Kasat.

Sementara itu Kadis Syariat Islam Ibrahim Latif saat di temui awak media, menanggapinya dengan santai, sembari mengatakan, jika Kapolres merasa keberatan dengan stetmen saya, silahkan hubungi saya, atas nama kebeneran tidak ada yang perlu ditakutkan. Kita hanya perlu takut kepada ALLAH. Kalau mau tuntut ya silahkan saja, ujar Ibrahim Latif. [] TN-W007, foto : Ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.