Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Penguasaan lahan hak guna usaha (HGU) perkebunan sawit yang dominan di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi mencuat isu utama dalam debat publik antara lima pasangan kandidat Bupati/Wakil Bupati Aceh Tamiang yang berlansung di gedung DPRK setempat, Senin (6/2) malam.

Kelima pasangan calon (Paslon) Kandidat Bupati/Wakil Bupati Aceh Tamiang yang berdebat malam itu, yakni nomor urut satu Ir Rusman-M Ichsan, nomor urut dua Hamdan Sati ST-Izwardi SIP, nomor urut tiga Mursil SH-T Insyafuddin ST, nomor urut empat Drs Iskandar Zulkarnain-Drs Ahmad Asadi, dan nomor urut lima Lukmanul Hakim-Abdul Manaf.

Debat ini dipandu panelis sekaligus moderator Syarifah Rahmatillah SH MH. dua panelis lainnya DR Afridal Darmi yang saat ini menjabat Ketua Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) dan DR Muzakir Samidan yang merupakan Rektor Universitas Islam Tamiang.

Persoalan lahan HGU disinggung sebanyak tiga kali oleh tiga kandidat bupati nomor urut satu, Ir Rusman-M Ichsan, nomor urut empat Drs Iskandar Zulkarnain-Drs Ahmad Asadi, dan nomor urut lima Lukmanul Hakim-Abdul Manaf.

Ir Rusman-Ichsan, menjelaskan bahwa reformasi agraria dalam visi misinya, berupa rasionalisasi lahan di Aceh Tamiang dengan mengukur ulang HGU yang ada, ini dilakukan karena hampir 70 persen wilayah di Aceh Tamiang dikuasai HGU. Sementara penduduk Aceh Tamiang setiap tahun terus bertambah, sehingga butuh pengembangan ruang untuk permukiman.

“Apabila diukur ulang terdapat lahan HGU yang berlebih, maka kelebihan lahan HGU ini akan kami distribusikan kepada warga tidak mampu,” ujarnya.

Isu ini mencuat lagi saat segmen tanya jawab antarpasangan calon (paslon), ketika paslon nomor urut satu menanyakan kepada paslon nomor urut lima, Lukmanul Hakim-Abdul Manaf tentang strategi peningkatan perekonomian melalui pertanian, sementara lahan rata-rata dikuasai perusahaan.

Menjawab pertanyaan itu, Cawabup Lukmanul Hakim menjelaskan, akan membuat sistem informasi dan sosialisasi kepada masyarakat, dan membantu warga dalam segala hal termasuk masalah tanah. Karena ada lahan di Tamiang yang sudah habis izin HGU-nya, kemudian malah beralih menjadi lahan milik pribadi.

Sementara, paslon nomor urut empat, Ahmad Asadi menambahkan, Pemkab Aceh Tamiang telah membuat qanun (peraturan daerah) tentang lahan HGU.

Jika terpilih, mereka akan mengupayakan penglepasan lahan HGU dari sejumlah perusahaan, untuk menempatkan warga yang selama ini membuat bangunan liar di pinggir jalan, ke lokasi lahan HGU yang akan dibebaskan.

Sementara , paslon nomor urut dua, Hamdan Sati-Izwardi, bertanya kepada paslon nomor urut tiga, Mursil-T Insyafuddin terkait langkah yang dilakukan dalam menaikkan daya beli komoditi lokal, berupa bahan pangan yang banyak dihasilkan petani dan pekebun di kabupaten ini.

Menjawab pertanyaan itu, pasangan nomor tiga ini menjelaskan, akan meningkatkan mutu komoditi agar harganya bisa lebih baik serta mampu bersaing di pasaran. Khususnya untuk komoditi karet dan kelapa sawit,” ujarnya.

Selain itu, pendalaman visi misi yang dilakukan panelis juga terkait lapangan kerja, penanggulangan narkoba, dan penyediaan energi listrik. Debat ini juga diselingi lelucon dari kandidat yang mengundang tepuk tangan para undangan yang hadir. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.