Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SINGKIL - Calon gubernur Aceh nomor urut 6, Irwandi Yusuf, berjanji akan membersihkan pejabat Aceh dari orang-orang yang tidak becus bekerja, jika terpilih nanti. Hal itu disampaikannya dalam kampanye dialogis yang berlangsung di bawah Jembatan Tinggi Pulau Sarok, Singkil, Aceh Singkil, Kamis (2/2).

“Tahun pertama saya akan bersihkan pejabat Aceh. Kemudian melaksanakan program yang saya yang lain,” kata Irwandi yang datang di dampingi sang istri, Darwati A Gani.

Program lain yang dimaksudkan Irwandi, salah satunya adalah pembelian pesawat Shark Aero seperti yang dimilikinya saat ini. Pesawat itu nantinya akan dipergunakan untuk patroli laut. “Untuk pilot, kita akan buka sekolah pilot. Tujuh tahun lalu sudah saya buka, tetapi ditutup gubernur, (tapi) bukan (gubernur) yang sekarang yah, sekarang Plt,” ucap Irwandi sambil tersenyum.

Khusus untuk Kabupaten Aceh Singkil, Irwandi berjanji akan memberikan perhatian dalam hal pembangunan sektor perikanan, perkebunan, pendidikan, dan kesehatan. Ia merasa sedih mengetahui tanah kelahiran ulama besar Syekh Abdurrauf Asingkili menjadi daerah termiskin, padahal memiliki potensi yang sangat luar biasa. “Ke depan Singkil, tak boleh lagi jadi daerah miskin,” pungkasnya.

Termasuk bagi masyarakat pencari lokan, ia menawarkan solusi agar tidak terus berkonflik dengan buaya. “Pencari lokan saya punya solusi, nanti tidak perlu lagi pergi ke sungai yang banyak buayanya. Kita buat budidaya lokan,” sebut Irwandi.

Mantan gubernur Aceh ini juga menyinggung tentang program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang belakangan ini, terutama di media sosial, muncul klaim yang menyebutkan progam tersebut diciptakan oleh orang lain.

Irwandi mengatakan, perihal siapa yang menciptakan program JKA tidak perlu lagi diributkan, sebab yang terpenting nanti JKA dapat kembali berjalan. Oleh karenanya dia meminta dukungan suara dari masyarakat Aceh Singkil.

Kampanye Irwandi Yusuf kemarin dimulai sekitar pukul 15.00 WIB yang juga dimeriahkan oleh artis lokal Aceh, Bergek. Masa yang hadir melimpah hingga keluar arena, sehingga memacetkan jalan di dekat lokasi dan memaksa petugas mengalihkan arus lalulintas ke jalur lain.

Selain Irwandi, orasi politik juga diberikan oleh pengurus DPP PDI Perjuangan, Sri Rahayu, tokoh perempuan Singkil, serta perwakilan komunitas masyarakat Singkil, Nasran AB.

Sri Rahayu dalam orasinya meminta kepada masyarakat Aceh agar jangan takut datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Ia menegaskan, praktik intervensi dan intimidasi tidak boleh lagi terjadi di alam demokrasi saat ini.

“Banyak orang tak bertanggungjawab menghalangi masyarakat hadir ke TPS. Sesuai perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Mega, semua kader dan simpatisan PDI Perjuangan harus bekerja memenangkan pasangan Irwandi-Nova,” tegasnya. [] serambinews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.