Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BLANGPIDIE -- Harga gabah kering panen (GKP) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) saat ini Rp5.300 atau mengalami kenaikkan 26 persen dari sebelumnya yang hanya Rp4.200/Kg, meskipun di daerah itu kini sedang panen raya.

Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Abdya, Muslim Hasan di Blangpidie, Rabu mengatakan, naiknya harga gabah petani pada musim panen gadu tahun ini disebabkan permintaan beras di luar Kabupaten Abdya sangat tinggi.

"Daerah lain saat ini belum memasuki musim panen, makanya harga gabah di tingkat petani yang dibeli oleh agen lokal kini meningkat dari harga sebelumnya hanya sekitar Rp4.200, kini sudah naik menjadi Rp5.300/Kg," katanya.

Mantan Kepala Dinas Keluatan dan Perikanan Abdya itu mengatakan, meningkatnya harga gabah di tingikat petani saat ini tentu akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat, yakni meningkatnya pendapatan keluarga petani sendiri.

"Peningkatan pendapatan petani di Abdya ini juga diperoleh melalui jumlah produksi gabah yang dihasilkan pada musim panen tahun ini yang rata-rata mencapai 8,3 ton per hektare ditambah lagi harga jual yang tinggi," ujar dia.
Meskipun tingginya harga gabah, mantan Kadis Kehutanan dan Perkebunan Abdya itu sangat yakin bahwa petani di daerahnya tidak bakalan menjual hasil panen secara
keseluruhan, melainkan 30 persen tetap ditinggalkan untuk kebutuhan kosumsi sampai musim tanam berikutnya.

"Sebenarnya tidak semua gabah dijual ke pasar. Paling-paling yang dijual itu hanya sekitar 70 persen, sementara sisanya digunakan untuk kosumsi, untuk zakat termasuk untuk pemberian sewa lahan sawah," tutur dia.

Muslim juga berkeyakinan bahwa gabah petani yang ditampung oleh para agen lokal juga tidak semua dipasok keluar daerah, akan tetapi sebagiannya padi yang dibeli tersebut digiling pada kilang kemudian dijual ke pasar lokal untuk dikosumsi masyarakat daerah.

Meskpun demikian, tambahnya, ke depan Pemkab Abdya merencanakan percepatan turun ke sawah sebagaimana arahan Bupati Jupri Hassannuddin, pada awal Februari 2017 sudah harus melakukan rapat untuk menentukan jadwal turun ke sawah, meskipun musim panen belum selesai.

"Panen raya padi tahun ini seluas sekitar 11.178 hektare yang sudah selesai panen baru sekitar 50 persen dan diperkirakan akhir Februari baru selesai panen semua. Jadi, kita harapkan tahun ini minimal kita tanam dua kali dan panen dua kali," katanya. [] antaranews.com photo : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.