Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Dua orang calon kepala daerah di Provinsi Aceh diduga terlibat dalam kasus dugaan Grativikasi (Mark Up) harga terkait pengadaan tanah untuk pembangunan perumahan nelayan di Gampong Kapa kecamatan Langsa Timur kota Langsa, Aceh, yang dinilai banyak kalangan.

Mereka diduga terlibat langsung atau memberi perintah, masing masing calon walikota langsa 2017 - 20122 (walikota langsa non aktif berinisial UA, dan calon bupati Aceh Tamiang priode 2017 - 2022, mantan kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Negara (Kakanwil BPN) Aceh berinisial MUR.

Hasil penelusuran media ini, salah seorang pegawai BPN provinsi Aceh lainnya ikut terlibat (Ahyar bidang pengukuran), mereka juga sudah diperiksa oleh pinyidik Tipidkor Kejari Langsa, masing-masing kepala BPN Langsa Agus, kepala BPN Aceh Timur Syahrijal, karena pada tahun 2013, BPN Langsa masih jadi BPN pembantu dari BPN Kabupaten Aceh Timur.

Ketua Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bening Sukri Asma SH (foto) Jum'at (3/2) pada media ini menyebutkan, meminta Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa untuk memeriksa walikota non aktif Usman Abdullah SE, atas dugaan Mark Up harga pengadaan tanah untuk kawasan pemukiman perumahan nelayan.

"Kita menduga uang hasil Mark Up harga pasti juga mengalir ke kantong Walikota saat itu", ujar Sukri Asma SH.

Sebelumnya pada tahun 2013 pemerintah melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) dan Anggaran Pembelanjaan Aceh (APBA) melakukan pengadaan tanah untuk perumahan nelayan di Gampoeng Kapa kecamatan Langsa Timur, kota Langsa menghabiskan Anggaran Rp 7,3 Milyar lebih terindikasi sarat dengan Korupsi kolusi dan Nepotisme (KKN) yang juga melibatkan pejabat dan istri pejabat.

Hasil penelusuran media ini, ada tiga nama yang akan menjadi calon kuat sebagai tersangka, SY (pemilik/agen), MS (mantan sekda) dan YZ (istri pejabat pemko), sejumlah nama lain juga diisukan akan menjadi calon tersangka.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, ke tiganya diduga kuat telah memanipulasi harga dan melakukan grativisi demi keuntungan pribadi dan orang lain, selain calon tersangka ada sejumlah saksi juga telah diperiksa di antaranya Rinaldi Aulia (mantan kabag pemerintahan), Fariansyah (mantan camat langsa timur), Alfian (Asisten III pemko langsa), dan Zulkifli Aman Keuchik Gampoeng Kapa).

Mereka diperiksa dalam kasus Grativikasi (Mark Up harga) pengadaan lahan untuk perumahan nelayan di Gampoeng Kapa, dengan pemilik tanah, Sofyanto dengan Akte Jual Beki (AJB) Nomor 177/2010 tanggal 28/06/2010, Nomor 036 tanggal 05/02/2010, Nomor 025/2010 tanggal 25/01/2010, Nomor 82/2010 tanggal 24/03/2010 dan Yulizar dengan AJB Nomor 232/2013 tanggal 25/02/2013.

Menurut sumber-sumber yang sangat layak dipercaya Rabu (1/2) pada media ini menyebutkan lebih dari 20 orang sudah di periksa sebagai saksi diantaranya YZ, IS (mantan kadis PU), TD (konsultan), SY (pemilik/agen), MS (mantan sekda), SM (KPA), ZA (kades), AY (Ka BPN), FR (mantan camat langsa timur) dan 4 orang dari KJPP.

Sementara Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa Dahnir SH saat di komfirmasi media ini Rabu (1/2) di ruang kerjanya, membenarkan saat ini telah memeriksa beberapa orang saksi. "Benar Kejari Langsa sudah memeriksa saksi saksi terkait dugaan grativikasi dan mark up harga pengadaan tanah untuk perumahan nelayan di Gampoeng Kapa kecamatan Langsa Timur, saat ini tinggal menunggu hasil penghitungan kerugian negara", ujar Dahnir. []TN-W007

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.