Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KUALASIMPANG -- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang melakukan peninjauan lapangan (pansus) terhadap kelompok tani (Poktan) penerima bantuan program pengembangbiakan sapi jenis Brahman Cros, yang bersumber dari dana APBN tahun anggaran 2016, Rabu (1/2).

Wakil Ketua DPRK Juanda yang didampingi sejumlah anggota dewan serta perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan, salah satunya meninjau langsung lokasi kandang sapi Poktan Jaya Tani di Kampung Perkebunan Pulau Tiga, Kecamatan Tamiang Hulu, yang menerima sebanyak 25 ekor sapi guna dikembangbiakkan.

"Seharusnya masing-masing kelompok tani menerima 25 ekor sapi, dari jumlah 500 ekor yang direncanakan. Dikarenakan ada sesuatu kendala yang diterima sebanyak 479 ekor.

Ini keterangan dari dinas terkait saat Pansus," ujar Juanda seraya mengatakan kekurangan tersebut tidak menjadi persoalan disebabkan kontrak kerjanya sudah berakhir.

Menurut Juanda, pada sisi lain, dari peninjauan lapangan dinilai masih ada Poktan penerima manfaat yang belum melakukannya sesuai prinsip pengelolaan peternakan yang kurang baik. Seperti fasilitas kandang dan pakan ternak.

Begitu juga Poktan tidak diberikan pengawalan dan pendampingan sehingga pelaksanaannya dapat terus dipantau.

"Dana hibah kalau tidak didampingi secara serius sulit akan menuai hasil yang baik, bahkan tidak tertutup kemungkinan akan gagal," katanya.

Oleh karena itu, bantuan sapi dari pemerintah ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat petani ternak.

"Tentunya butuh keseriusan petani ternak dan pengelolaannnya dilakukan secara bersama-sama kelompok tani," ujar Juanda.

Dalam kesempatan itu Ketua KTNA Kabupaten Aceh Tamiang Miswanto mengimbau kepada Poktan yang menerima manfaat untuk menjaga dan memelihara sapi sesuai dengan programnya.

"Jangan tiga bulan ke depan jumlah sapi berkurang. Bahkan tanda nomor di kuping sapi sudah hilang," ujar Miswanto.

Sementara Kasie Peternakan Poktan Tani Jaya Tani Supandi, mengatakan, dalam mengelola bantuan sapi sebanyak 19 orang. Dari jumlah pengurus 19 orang tersebut sudah melalui musyawarah yang dilakukan pihaknya.

"Kesepakatan kami, mengurusnya bersama, hingga berkembang dan hasilnya juga akan dibagi sama. Begitu juga dengan modal awal yang dikeluarkan menjadi beban bersama, di antaranya listrik dan mesin air," katanya.

Menurut Supandi, pihaknya mendapat sejumlah permasalahan yang berkaitan dengan penunjang lainnya seperti alat pemotong rumput berikut alat pengangkutannya. Selain lahan rumput yang ada milik kelompok, harus mencari pakan di tempat lain yang jaraknya jauh.

"Diharapakan bantuan pemerintah untuk pengangkutan pakan ternak jenis kendaaraan becak motor," pinta Supandi. [] medanbisnisdaily.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.