Dilihat 0 kali

TamiangNews.com | JAKARTA - Jajaran direksi PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) menyetujui pengunduran diri Direktur Utama dan Direktur Produksi anak usaha mereka, PT Citilink Indonesia. Pengunduran diri ini, dilakukan setelah ada pilot Citilink yang tertangkap menggunakan narkoba.

Dalam keterbukaan informasi yang diterbikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), para pemegang saham telah menyetujui perubahan anggota direksi anak perusahaan PT Citilink. Adapun dua orang yang diganti yakni, Albert Burhan selaku Direktur Utama dan Hadinoto Soedigno selaku Direktur Produksi. Selain itu, Garuda juga menyetujui pengangkatan Mega Satria sebagai Direktur Keuangan Citilink.

Sekadar informasi, beredar video dugaan seorang pilot Citilink yang mabuk dan jalan sempoyongan. Di dalam video tersebut, pilot yang diduga mabuk ini membuat seluruh penumpang khawatir karena akan menerbangkan pesawat.

Manajemen Citilink pun memutuskan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau memecat pilot berinisial TP (32). Ia dipecat lantaran menyebabkan terlambatnya penerbangan QG 800 Surabaya-Jakarta pada Rabu 28 Desember 2016.

TP diberhentikan karena dinilai telah melakukan kesalahan berat dan menunjukkan sikap serta tindakan yang tidak profesional dalam menjalankan tugas. Kemudian, melanggar prosedur keselamatan dan keamanan penerbangan yang berpotensi membahayakan penumpang dan awak lainnya.[] economy.okezone.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.