Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, LANGSA -- Kasus Pengadaan Tanah Perumahan Nelayan di Gampong Kapa Kecamatan Langsa Timur Pemko Langsa tahun 2013 diduga telah terjadi Mark Up harga lebih kurang sebesar Rp. 7,3 Milyar. Praktik KKN ini diduga banyak melibatkan pihak di Pemerintah Kota Jasa ini.

Hasil penelusuran, sedikitnya ada tiga nama yang akan menjadi calon kuat sebagai tersangka, yakni SY (pemilik/agen), MS (mantan sekda) dan YZ (istri pejabat pemko), dan sejumlah nama lainnya juga diisukan akan menjadi calon tersangka.

Informasi yang berhasil dihimpun, ketiganya diduga kuat telah memanipulasi harga dan melakukan grativisi demi keuntungan pribadi dan orang lain, selain calon tersangka ada sejumlah saksi juga telah diperiksa di antaranya Rinaldi Aulia (mantan Kabag Pemerintahan), Fariansyah (mantan Camat Langsa Timur), Alfian (Asisten III Pemko Langsa), dan Zulkifli Aman (Keuchik Gampoeng Kapa).

Mereka diperiksa dalam kasus Grativikasi (Mark Up harga) pengadaan lahan untuk perumahan nelayan di Gampoeng Kapa, dengan pemilik tanah, Sofyanto dengan Akte Jual Beki (AJB) No. 177/2010 tanggal 28/06/2010, No. 036 tanggal 05/02/2010, No. 025/2010 tanggal 25/01/2010, No. 82/2010 tanggal 24/03/2010 dan Yulizar dengan AJB No. 232/2013 tanggal 25/02/2013.

Menurut sumber yang layak dipercaya Rabu (1/2) menyebutkan lebih dari 20 orang sudah di periksa sebagai saksi di antaranya YZ, IS (mantan kadis PU), TD (konsultan), SY (pemilik/agen), MS (mantan Sekda), SM (KPA), ZA (Kades), AY (Ka BPN), FR (mantan Camat Langsa Timur) dan 4 orang dari KJPP.

Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa Dahnir SH saat di konfirmasi Wartawan pada hari yang sama di ruang kerjanya, membenarkan saat ini telah memeriksa beberapa orang saksi, "benar Kejari Langsa sudah memeriksa saksi saksi terkait dugaan grativikasi dan mark up harga pengadaan tanah untuk perumahan nelayan di Gampoeng Kapa Kecamatan Langsa Timur," ujar Dahnir.

Untuk penetapan tersangka, kita harus menunggu hasil perhitungan dulu, kita sudah menyurati, tinggal menunggu hasil kerugian negara saja, lansung kita tertapkan tersangka, pungkas Dahnir, tenang. [] TN-W007, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.