Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SINGKIL -- Personel Polsek Singkil, Aceh Singkil, bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengamankan empat ekor ular piton dalam berbagai ukuran yang dikurung dalam kandang (sangkar) milik SR, penduduk perumahan BRR Pulau Sarok, Rabu 1/2/2017).

Petugas mengambil tindakan tegas lantaran keberadaan ular meresahkan warga setempat. Menurut informasi, warga resah sebab pernah kejadian ular lepas dari kandang hingga memangsa hewan peliharaan.

Kemudian dari arah kandang menimbulkan aroma bau tak sedap sebab selain ular terdapat biawak yang telah mati.

"Warga resah karena bau serta ular pernah lepas makan ayam peliharaan," kata Erwan warga setempat.

Sementara itu, Kapolres Aceh Singkil AKBP Ian Rizkian, melalui Wakapolsek Singkil Ipda Abdul Malik pada wartawan mengatakan, ada empat ular dalam kandang dengan kondisi hidup. Ular itu dikumpulkan sebelum dijual ke Nias serta berbagai daerah lainnya di Sumatera Utara.

Selanjutnya ular dibawa ke penangkaran sementara milik BKSDA Singkil. "Dari lokasi selain ular terdapat biawak. Untuk ular diamankan ke tempat penangkaran milik BKSDA," ujar Malik.

Sebelum melakukan penindakan polisi sebutnya sudah koordinasi dengan Kepala BKSDA Resor Wilayah 11 Aceh Singkil, Sutikno, terkait laporan satwa liar yang meresahkan warga di pemukiman padat penduduk itu.

"Ular diamankan polisi demi kenyamanan warga. Mengingat sudah beberapa bulan ini warga sekitar resah. Setelah diamankan diserahkan ke BKSDA," ujar Malik.

Pengamanan hewan liar turut dihadiri Kaur Pemerintah Pulau Sarok serta warga setempat. [] serambinews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.