Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, JAKARTA -- Pemerintah mengusulkan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2017 sebesar Rp 35,74 juta per jamaah, naik 3,1% dari tahun lalu yang sekitar Rp 34,64 juta per jamaah.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, usulan BPIH yang disodorkan oleh pemerintah ini belum final dan masih perlu ada pembahasan lanjutan dengan Panitia Kerja (Panja) BPIH di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). "Besaran BPIH yang diusulkan naik oleh pemerintah itu tidak terelakkan," kata Lukman, Senin (13/2).

Menurut Lukman, kenaikan ongkos ibadah haji tahun ini dipicu beberapa faktor. Antara lain lantaran pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), jumlah kuota haji yang kembali ke posisi normal dari 155.200 jamaah menjadi 204.000 jamaah, serta harga avtur yang mulai naik dari US$ 0,55 per liter menjadi US$ 0,65 per liter.

Peningkatan kuota jamaah haji dibandingkan tahun lalu juga berdampak pada peningkatan waktu operasional penerbangan. Alhasil, masa tinggal jamaah haji pada tahun ini diperkirakan meningkat dari 39 hari menjadi 41 hari.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid menyatakan, usulan BPIH dari pemerintah ini sudah cukup realistis dengan kondisi saat ini. Tapi, DPR tetap mengharap ongkos haji dapat ditekan lagi, setidaknya sama dengan tahun 2016.

Panja BPIH DPR akan menyisir pos-pos anggaran ibadah haji yang masih mungkin dilakukan efisiensi. Bahkan, dalam pembahasan di Panja BPIH nanti, DPR akan meminta sejumlah diskon khusus sehingga ongkos haji dapat ditekan lagi. "Pos-pos yang berpotensi untuk dilakukan efisiensi masih akan kami kaji sehingga dapat menurunkan ongkos haji," kata Sodik.

Soal penambahan kuota jamaah haji, meski belum mendapat kepastian hitam di atas putih, pemerintah Indonesia telah dijanjikan oleh Kerajaan Arab Saudi untuk mendapat tambahan alokasi jamaah haji sebanyak 10.000 jamaah pada tahun ini. "Kami akan buat surat kejelasan atas penambahan alokasi jamaah haji (kepada Kerajaan Arab Saudi)," kata Lukman.

Dengan bertambahnya kuota ini, diharapkan daftar tunggu jamaah yang ingin naik haji semakin berkurang. Kembalinya kuota jamaah haji ini tidak lain karena proses perbaikan kompleks Masjidil Haram yang telah rampung tahun ini.

Sebagai catatan, tahun 2011, Pemerintah Arab Saudi memangkas kuota haji sebanyak 20% untuk Indonesia dan negara-negara lain. Ini adalah konsekuensi dari dimulainya proyek perluasan pembangunan Masjidil Haram.

Selain itu, Arab Saudi juga mengurangi 50% jatah bagi penduduk lokal untuk bisa melakukan ibadah haji. Sebelum tahun 2011, Indonesia mendapatkan kuota haji 210.000 orang per tahun. Kini, Pemerintah Indonesia berharap, penambahan kuota ini bisa mengurangi daftar tunggu haji di Indonesia. [] kontan.co.id, photo ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.