Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, SURAT PEMBACA -- Bahasa Tamiang dewasa ini semakin mengalami ketergerusan. Hal ini disebabkan adanya kecenderungan orang Tamiang dalam berbahasa Indonesia dan ketertarikan mereka mempelajari bahasa asing.

Bahasa Tamiang saat ini sudah tidak lagi menjadi bahasa ibu di Kabupaten Tamiang dan juga sudah tidak lagi menjadi kebanggaan di antara mayoritas orang Tamiang. Mereka justru lebih hebat bila mampu menguasai bahasa asing dan juga menggunakan bahasa Indonesia serta bahasa suku lain.

Kemerosotan penggunaan bahasa Tamiang ini oleh mayoritas orang Tamiang dianggap tidak menjadi masalah dan juga beban. Di tengah kondisi ini, hanya sebagian pihak yang terpanggil untuk meredam kemerosotan ini agar berjalan lambat.

Tergerusnya bahasa Tamiang kerap terjadi di kalangan orang Tamiang yang menjalin perkawinan silang dan juga sebagian besar orang Tamiang merasa malu untuk menggunakan bahasa Tamiang yang merupakan bahasa ibunya. Di samping mengalami kemerosotan diakibatkan oleh orang Tamiang sendiri, bahasa Tamiang juga kian mengalami keterhimpitan akibat pengaruh dari etnis lain terutama di daerah perbatasan dan juga Kota Kuala simpang dan sekitarnya serta di kawasan perkebunan.

Dari hasil pengamatan penulis, di antara penduduk di Pulau Sumatera hanya orang Tamiang satu-satunya suku yang sangat remeh terhadap bahasanya dan benar-benar kurang peduli bagi kelestariannya. Sangat jauh berbeda dengan suku-suku lainnya yang ada di Pulau Sumatera ini mulai dari suku Aceh, Batak, Minang, Lampung, Rejang dan lain lain. Mereka dengan sangat bangga menggunakan bahasa nya dimana pun mereka berada.

Mudah mudahan dengan tulisan singkat ini orang Tamiang dapat tergugah hatinya untuk bangga dan melestarikan bahasanya sampai anak cucunya dimasa yang akan datang. [] Foto : Ilustrasi

Pengirim :
HAMDANI
Kampung Sunting Kec. Bandar Pusaka
Kabupaten Aceh Tamiang
email : hamdanidani281@yahoo.co.id

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.