Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, MEULABOH -- Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh terus berupaya meningkatkan produktivitas pangan lokal sehingga menjadi alternatif untuk kemandirian daerah dalam program ketahanan pangan nasional.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Barat Ir Nasrita di Meulaboh, Kamis, Rabu mengatakan, selama ini pangan konsumtif daerah itu baru sebatas beras dan kurang minat masyarakat menjadi bahan lain sebagai pangan alternatif.

"Potensi daerah kita besar untuk pengembangan bahan pangan seperti jagung, ubi, dan singkong yang bisa kita jadikan pangan alternatif, bukan hanya beras," katanya.

Selain menjadi pondasi ketahanan pangan, melalui upaya penganekaragaman bahan pangan (diversifikasi) tersebut juga akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, karena ketika kebutuhan bahan pangan lokal tinggi, pastinya petani akan bergairah.

Nasrita yang merupakan mantan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Aceh Barat ini menjelaskan, perlu upaya keras mendorong masyarakat memvariasikan makanan pokok yang disumsi sehingga tidak terfokus pada satu jenis nasi.

Ia menyampaikan, terhadap penganekaragaman bahan pangan tersebut harus dipetakan kembali dengan melihat tingkat ketersediaan stok bahan pangan lokal, baik itu beras, maupun tanama hutikultura lainnya yang bisa menjadi pangan alternatif.

"Pemetaan pertama sekali dibutuhkan, kami akan mengkoordinasikan kembali tingkat ketersediaan, kebutuhan dan apa kendala selama ini dengan lintas sektoral sehingga bisa bersama-sama menyukseskan program ketahanan pangan nasional," sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, pengembangan terhadap berbagai pangan lokal harus terus ditingkatkan, namun apabila ketersediaan lahan dan tanaman tersebut sudah ada, maka harus ada upaya pemikiran terhadap peningkatan produktivitasnya.

Menurut mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Barat ini, hadirinya nomenklatur Dinas Pangan di Aceh Barat menjadi penentuan akhir dari hasil pencapaian ketahanan pangan daerah untuk menunjang program ketahanan pangan nasional.

Nasrita menyebutkan, untuk suatu program harus dilaksanakan secara terencana, namun tidak terikat oleh waktu yang singkat, sehingga keberhasilan program pemda itu bisa berjalan secara berkelanjutan.

"Program harus dilaksanakan dan bisa berlanjut untuk waktu jangka panjang, beda dengan proyek yang memang harus diselesaikan tepat waktu, selesai pertangung jawaban tuntas. Ketahanan pangan ini adalah program pemerintah yang harus terus berjalan dan kita tingkatkan," katanya menambahkan. [] Antara, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.