Dilihat 0 kali

Oleh : Arisindo*

Aksi 212 (tanggal dua-bulan dua belas/Desember) merupakan momen persaudaraan umat Islam yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan manusia dimuka bumi NKRI, sesuai dengan hukum Allah S.W.T. yang tidak bisa ditawar-tawar (sebagaimana yang sudah kita pahami secara nasional maksud dan tujuan mulianya), semata-mata hanya mengungkap kebenaran dan menumpas kezaliman/kebathilan di atas bumi Pertiwi.

Atas dasar terperdaya oleh kekuatan Umat Islam yang telah menggugah perasaan bangga umat Islam dunia itulah, Maka lahirlah gagasan sekumpulan anak muda dan masyarakat untuk yang terpanggil secara pamrih dan turut juga memperjuangkan kebenaran di Aceh Tamiang sesuai dengan janji Allah, tujuan mulia yang dimulai dari perjuangan agar terwujudnya revolusi kepemimpinan

Pemuda dan masyarakat merindukan adanya pemimpin yang amanah terhadap dirinya dan keimanannya, yang akan melahirkan teladan amanah terhadap rakyat yang akan dipimpinnya. Melahirkan sosok pemimpin seperti ini bukan semudah lidah dan tangan mengajak rakyat untuk berpikir menunjuk dalam melahirkan nya. Bahkan bukan tanpa alasan pemimpin kebanggaan umat yang seperti ini mendapat ujian serta cobaan berat dalam melahirkannya.

Lahirlah sebuah perjuangan yang berlandaskan harapan akan kesejahteraan dan martabat Bumi Muda Sedia yang harus bersandar pada sendi-sendi Syariah ketepatan Allah, dengan keinginan akan sosok pemimpin yang akan mensejahterakan rakyat dan anak cucu masyarakat untuk masa depannya. Sandaran nilai-nilai Islam berdasarkan keyakinan keimanan dan tali Allah S.W.T. memang bukan sebuah tawaran, melainkan sebuah keharusan. Hari ini Muslim dunia harus siap dengan tantangan global, carut-marut politik nasional oleh segelintir yang terus saja memperjuangkan kelompok-kelompok nya memimpin kalangan non-muslim.

Hari ini, siap tidak siap, mau tidak mau, umat muslim di Indonesia harus melewati ujian-ujian ketahanan kebersamaan dan kekokohan barisan umat untuk melawan kebathiln. Diikat dalam satu ikatan persaudaraan dan dikemas dalam tujuan mulia pergerakan yang diperkuat dengan aksi 515, gerakan aksi revolusi pemimpin Aceh Tamiang pada pilkada bupati dan wakil Bupati Aceh Tamiang.

Angka 515 didasari oleh padanan kata yang cukup substansif. 5 pada suku angka pertama menandakan harapan anak-anak muda untuk Paslon Bupati-Wakil Bupati nomor Urut 5 (Lukmanul Hakim - AbduManaf). 15 pada suku berikutnya menandakan perubahan besar harapan muda Aceh Tamiang untuk 5 tahun kedepan yakni (15 Februari 2017).

Sejak 2002 Tamiang berdiri menjadi kabupaten Otonom, sampai dengan sekarang belum terlihat perubahan berarti dan signifikansi. Terkesan biasa-biasa saja ditengah keberlimpahan kewenangan/ anggaran yang tersedia. Cita-cita founding (penggagas) saat pemekaran dahulu semata-mata kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Tamiang ke arah yang paling baik. Tapi hari ini, "KAMI" belum merasakan itu, belum terjawab secara makmur. Didasari pemahaman itu, keinginan pemuda Tamiang menginginkan perubahan dari gaya-gaya kepemimpinan yang sudah berkiprah banyak di Bumi Sedia selama hampir 15 tahun.

Revolusi dapat dipahami secara sederhana yaitu perubahan cepat, artinya sebuah pergerakan dengan waktu yang singkat tanpa menghabiskan waktu lama untuk menghasilkan sebuah perubahan. Pada kondisi genting dan memprihatinkan bumi muda sedia saat inilah perlu dan sangat mendesak adanya revolusi.

Hal yang wajib untuk diutamakan ialah revolusi kepemimpinan, kondisi yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Aceh Tamiang saat ini yaitu perlu adanya pembenahan yang sifatnya sangat mendasar pada tata kelola atau sistem pemerintahan, EFEKTIVITAS DAN PROFESIONALISME APARATUR PEMERINTAH SERTA MEMBANGUN BUDAYA BIROKRAT PELAYAN MASYARAKAT.

Dengan demikian, revolusi pemimpin tersebut hanya bisa dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat yang berjuang dan ingin merasakan kesejahteraan bersama, yang merupakan hak masyarakat yang wajib dipenuhi oleh seorang pemimpin, peran masyarakat lah yang mampu menentukan sosok pemimpin layak dan mampu menjaga amanah terhadap rakyat yang dipimpinnya.

Sekarang kita sedang berhadapan dengan kegiatan pemilihan bupati dan wakil bupati sebagai sosok yang akan memperjuangkan kemakmuran bersama rakyat dan anak cucu masyarakatnya yang akan digelar dalam beberapa Minggu lagi pada 15 februari mendatang, sebagai masyarakat yang cerdas dan peduli terhadap sesama dan peduli terhadap lingkungannya. Maka wajib untuk ikut andil dan memperjuangkan sosok yang akan memimpinnya.

Sebuah harapan besar dari perjuangan aksi 515 yang sudah di depan mata ini ialah keikutsertaan seluruh elemen masyarakat yang ada di bumi muda sedia untuk saling rangkul merangkul dalam perjuangan revolusi pemimpin ini. Sehingga terciptanya sebuah kesamaan rasa, cita dan harapan untuk perubahan Aceh Tamiang di masa yang akan datang.

Semoga pemuda Tamiang khususnya Masyarakat pemilih Tamiang umumnya semakin tersadar akan sosok siapa yang pantas memimpin Kabupaten Aceh Tamiang 5 tahun kedepan. Jangan pernah mendustai Hati nurani, kecintaan pada sosok tak terpungkiri sudah hadir didepan mata, mari melihat secara cerdas, secara sadar memilih pemimpin yang tidak haus kekuasaa yang sudah terbukti track record-nya belum mampu memuaskan perasaan rakyat Tamiang. Semoga ditangan dingin Paslon Lukmanul Hakim - Abdul Manaf mampu menjawab permasalahan/keresahan Rakyat Aceh Tamiang.

* Penulis adalah Ketua INIC Fotografer Aceh Tamiang

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.