Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KARANG BARU -- Beberapa hari belakangan ini di sejumlah SPBU mengalami kehabisan persediaan bahan bakar minyak (BMM). Kehabisan BBM bukan saja terjadi di SPBU dalam wilayah Kabupaten Aceh Tamiang, melainkan dialami SPBU di daerah lain. Sebelumnya, kondisi kelangkaan BBM di Aceh Tamiang pernah terjadi beberapa bulan lalu.

Pengamatan MedanBisnis, Rabu (18/1), BBM jenis premium, pertalite dan partamax hacis di sejumlah SPBU dengan selang waktu berbeda.

Pengendara kendaraan kecewa karena keinginan untuk mendapatkan BBM tak terwujud, begitu di depan SPBU tertera tulisan "BBM Habis".

Walau terdapat SPBU yang masih melayani konsumen, pelayanan hanya berlangsung beberapa jam, tidak seperti biasanya karena BBM langsung habis.

Akibat minimnya suplai BBM, tampak juga para pedagang minyak eceran mengantre di SPBU saat mengetahui adanya BBM yang akan masuk.

Anehnya, pedagang minyak eceran di Jalan Medan-Banda Aceh masih tampak menjajakan BBM jenis Pertalite dan Premium yang dimasukkan ke dalam botol air mineral.

Di antaranya di kawasan Kampung Seunebok Baro, Kecamatan Manyak Payed, Bukit Tempurung, Tanah Terban dan sekitaran SPBU lain.

"Kelangkaan bahan bakar jenis Pertalite, Premium dan Partamax terjadi di sejumlah SPBU dalam wilayah Aceh Tamiang.

Namun, di antaranya SPBU tersebut tidak sama waktu terjadinya,"ujar Akmal, pengendara sepeda motor yang mengaku sering kecewa saat memasuki SPBU.Ia juga mengatakan terpaksa membeli BBM eceran untuk melanjutkan perjalanannya.

Informasi yang diperoleh di lapangan, kelangkaan BBM dikarenakan distribusi dari Pertamina tidak normal. Sementara pihak SPBU tetap melakukan penebusan BBM sesuai kebutuhan.

Jika kondisi seperti ini terus berlangsung, tidak tertytup kemungkinan kenderaan roda empat dan sejenisnya dalam mendapatkan BBM harus membeli melalui pedagang eceran.

Sementara Edy Yus, Manajer SPBU Tanah Terban, saat dikonfirmasi MedanBisnis Rabu sekira pukul 11.00 WIB melalui telepon seluler, mengatakan sering terjadinya kekosongan BBM dalam beberapa hari terakhir tidak diketahui pasti apa penyebab.

"Untuk lebih jelas dan detailnya langsung saja ke pihak Pertamina," ujar Edy singkat. [] medanbisnisdaily.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.