Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, MANGUPURA – Pencemaran lingkungan di Kabupaten Badung terbilang masif. Hasil pengawasan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung, setidaknya 50 perusahaan terjerat kasus tersebut.

Kepala DLHK Badung, Putu Eka Merthawan, akan segara memanggil puluhan pengusahaan yang melakukan pencemaran lingkungan dengan membuang limbah sembarangan maupun menyalahi izin lingkungan. “Ada 50 perusahaan yang akan kita berikan sanksi. Minggu depan akan kami panggil orangnya untuk diberikan teguran tertulis,” ujar Eka Merthawan, Rabu (25/1).

Menurutnya, sanksi tertulis yang diberikan kepada perusahaan yang dominan bergerak di jasa pariwisata akan berlanjut ke pidana, apabila pengusaha tidak mengindahkan teguran tersebut. “Kami tidak mau disebut mancan ompong. Apabila mereka (pengusaha –red) tidak mengindahkan teguran itu baru kami berlakukan undang-undang lingkungan dengan denda Rp 3 miliar, bahkan hingga penutupan perusahaan,” tegasnya

Mantan Kabag Humas Badung ini mengakui, puluhan pengusaha yang terjaring merupakan segelintir dari pelanggaran lingkungan, seperti membuang limbah industri sembarangan dan menyalahi izin lingkungan yang baru terungkap. “Memang disinyalir banyak pelanggaran, tapi kami baru bisa fokus pada 50 pengusaha ini. Puluhan perusahaan ini lebih banyak bergerak di sektor jasa pariwisata, salah satunya ada yang menyalahi izin lingkungan,” terangnya.

DLHK Kabupaten Badung, telah mengeluarkan 600 izin lingkungan di 2016. Dari angka tersebut, 85 persen yang tidak melaporkan secara berkala. “Perusahaan yang mendapatkan izin lingkungan wajib setiap 3 bulan melaporkan kegiatanya. Namun, dari angka ini banyak juga yang tidak melaporkan hampir 85 persen,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya akan menerjukan tim khusus untuk menindaklanjuti ratusan izin lingkungan yang dikeluarkan. “Kami akan cek yang mendapatkan izin lingkungan itu supaya tidak hanya sekedar formalitas. Kami akan pantau dan bina, kalau tidak bisa dibina ya… kami akan siapkan pidananya,” ungkapnya.
Pihaknya juga kata Eka Merthawan akan meluncurkan Tim Buser Pembuang Limbah, selain Unit Reaksi Cepat (URC) kebersihan dan URC perindang. Tim buser ini akan ditempatkan di lima wilayah, yakni wilayan Nusa Dua hingga Tanjung Benoa, Tanjung benoa-Mangrove, Pecatu, Pererenan, dan Sungai Ayung hingga Tukad Mati. “Kami juga akan meluncurkan pemantauan dengan sistem drone dan e-komplain. Bagi pelangar yang tertangkap nanti akan disidang tipiring dengan denda Rp 3 miliar, jadi kami tidak main-main,” pungkasnya.[] BALIPOST.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.